Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi: Jangan Habiskan Energi Untuk Yang Tidak Produktif

SABTU, 03 JUNI 2017 | 18:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden RI Joko Widodo kembali mengajak masyarakat untuk tidak terjebak kepada persoalan-persoalan yang sekarang ini, terutama di media sosial, yaitu saling menjelekkan, menghujat, menyalahkan, memfitnah, serta membuat kabar hoax.

"Ini hal-hal yang tidak produktif. Hal-hal yang tidak memiliki kontribusi terhadap negara ini," kata Jokowi saat meresmikan SMA Negeri Taruna Nala, di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/6).

Kepala Negara mengingatkan, perubahan dunia sekarang ini semakin hari semakin cepat. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, dan bulan berubah dengan cepat sekali.


"Kita bisa lihat ada internet, baru kita belajar satu-dua, satu-dua, baru belajar, sudah muncul mobile internet. Mobile internet kita baru lihat apa ini, barang apa ini, muncul lagi artificial intelligence, mesin-mesin cerdas. Perubahan-perubahan seperti inilah yang harus terus kita antisipasi dengan mempersiapkan SDM-SDM kita," terang Jokowi.

Ia juga mengajak melihat negara lain, yang sudah berbicara mengenai SpaceX, bagaimana mengelola ruang angkasa. Sudah berbicara mengenai Tesla, mempersiapkan mobil fantastik masa depan. Mereka juga sudah menyiapkan Hyperloop, bagaimana memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain dengan supercepat.

"Inilah yang harus kita kejar," ujarnya memotivasi.

Negara lain kalau dulu ada paypal, lanjut Jokowi, sekarang sudah ada alipay. Pembayaran dilakukan bukan dengan uang cash atau credit card, tetapi melalui smartphone.

"Inilah perubahan-perubahan yang kita harus sadar bahwa kita harus mengejar dimana kita tertinggal. Kita harus mengejar, kita harus memperbaiki, kita harus berbenah dimana kita tertinggal," tegasnya.

Jelas Jokowi, pemerintah ingin semua energi bangsa ini diarahkan pada optimisme, energi positif, hal-hal yang positif, pikiran-pikiran positif. Bukan kepada hal-hal yang justru memecah bangsa dan membuat saling menyalahkan satu dengan yang lain. Sehingga lupa bahwa ke depan bangsa Indonesia harus menyiapkan SDM-SDM dan juga lupa bahwa ke depan bangsa ini harus berkompetisi dan bersaing dengan negara-negara yang lain.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga menyampaikan pengalamannya saat pergi ke Korea Selatan, dimana dia masuk perusahaan yang membuat kapal seperti PT PAL di Indonesia. Jika PT PAL yang dibangun dan dirikan tahun 1972 belum mampu membuat kapal selam, perusahaaan Korea yang dibangun tahun 1973 tersebut sudah mampu melakukannya.

"Ini pasti ada sesuatu yang harus kita perbaiki," sambungnya.

Hal-hal seperti itulah, tegas Jokowi, yang perlu diingatkan, karena energi bangsa Indonesia sering habis untuk hal-hal yang tidak perlu. Oleh sebab itu, ia pada kesempatan itu berpesan kepada para tenaga pendidik agar benar-benar membina siswa-siswanya serta menempa mereka agar menjadi putra-putri yang produktif dan menjadi kebanggaan bangsa.

"Bukan hanya diisi otaknya tetapi juga diisi jiwanya, tetapi juga diisi kegigihan semangatnya," tutur mantan Gubernur Jakarta itu.

Jokowi meyakini, di SMA Negeri Taruna Nala ini akan muncul siswa-siswa unggul seperti itu. Presiden berpesan akan mereka benar-benar disiapkan dari awal untuk menghadapi dunia nyata setelah sekolah, dunia yang penuh kompetisi dan penuh persaingan.

"Siapkan mereka untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi di berbagai universitas terkemuka di seluruh tanah air. Yang paling penting, siapkan mereka dari awal agar memiliki cita-cita untuk ikut membangun negara ini, untuk ikut membangun negeri ini saat mereka nanti sudah dewasa," pesannya.

Dilansir dari laman Setkab, hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya