Berita

Politik

Islam Bukan Teror

RABU, 31 MEI 2017 | 11:20 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ADA yang keliru dalam proyeksi menumpas terorisme. Sekarang, Anti Terorisme terasa identik dengan Anti Islam. Dulu, Pak Harto menekuk teroris. Namun, tidak terasa ada spirit Anti Islam.

Mestinya, muslim dirangkul. Diajak berpartisipasi dalam "war on terror". Karena, terorisme itu bukan Islam.

Laporan FBI menyatakan 94 persen terrorist attacks di Amerika, antara 1980-2005, dirilis non-muslim. Di Eropa, ada sekitar 1.000 serangan teror dalam lima tahun terakhir. Kurang dari dua persen dilakukan muslim. Sejak tahun 1970, terjadi 140 ribu serangan teroris world-wide. Seandainya, semua terrorist attacks itu dilakukan muslim, maka itu pun hanya 0.00009 percent of all Muslims.


Stigmatisasi terhadap muslim dan Islam dilakukan secara masif. Bom panci dan bom ricecooker diidentifikasi sebagai Islamic terror. "Blame Islam" crowd (gerombolan Anti Islam) ada di seluruh dunia. Targetnya, mendeskreditkan Islam.

Salah satu 'Blame Islam' crowd tersohor adalah Steve Emerson. Dia mengklaim diri (self-described) sebagai “expert on terrorism”. Dia bilang, 480 juta dari 640 juta muslim "support the notion that it’s okay to bomb the World Trade Center."

British Prime Minister David Cameron memaki Emerson sebagai “clearly a complete idiot". Pasalnya, Steve Emerson langsung ngetop setelah menyatakan Birmingham sebagai "no-go zone" bagi non muslim. Selain itu, dia sebar hoax yang bilang polisi syariah London memukuli siapa saja yang tidak memakai pakaian muslim.

Umumnya, para propagandis Anti Islam ini adalah aktivis NGO. Selain Anti Islam, mereka juga rasis. Misalnya Ann Corcoran, pendiri Refugee Resettlement Watch+ (RRW).

Corcoran punya link dengan "white nasionalist" Jared Tylor (editor American Renaissance). Bagi kedua aktivis NGO ini, black people adalah “retrograde species of humanity". Keduanya adalah strong supporter anti-muslim ekstrimis seperti Marine Le Pen dan Geert Wilders.

Faktanya, terutama di Indonesia, muslim dan Islam bukan komunitas violence. Tapi tetap saja, para Islamophobic ini tidak mau terima. Suatu kali, Albert Einstein bercanda dengan mengatakan, “If the facts don’t fit the theory, change the facts.”

Faktanya, di Amerika, kelompok teroris lokal adalah non-muslim. Alpha 66 and Omega 7 adalah organisasi exile Cuba anti Castro. The Army of God (AOG) adalah kelompok ekstrimis Kristen yang menyerang klinik aborsi dan LGBT. The Phineas Priesthood (Phineas Priests) punya perjuangan mengembalikan identitas Kristen. Mereka menentang interracial sex, the mixing of races, homosexuality, aborsi dan menolak bayar pajak.

Aryan Nations (AN) is a white nationalist neo-Nazi organization founded in the 1970s by Richard Girnt Butler as an arm of the Christian Identity group. Di spektrum Marxist, ada Black Liberation Army, May 19th Communist Organization dll. Yahudi punya banyak kelompok teror. Salah satunya Jewish Defense League.

Gerakan mereka ganas, brutal dan deadly. Utah Territorial Militia, mormon, Paiute Native Americans melancarkan aksi yang dikenal sebagai The Mountain Meadows Massacre. Aksi ini menewaskan 120 orang.

Aksi-aksi seperti Los Angeles Times bombing, Wall Street bombing, Burning of Black Wall Street, Oklahoma City bombing, Wisconsin Sikh temple shooting dan lain sebagainya merupakan contoh agresi kelompok teror lokal yang marak di Amerika. And they are not moslems!!![***]


Penulis Merupakan Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya