Berita

Angela Merkel/Net

Jaya Suprana

Kanselir Jerman Menyambut Ramadhan

RABU, 31 MEI 2017 | 06:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANSELIR Jerman, Angela Merkel menghadiri acara menyambut Ramadhan yang diselenggarakan 23 Mei 2017 di Villa Borsig, wisma resmi  Kementerian Luar Negeri Jerman di Berlin, didampingi Menteri Integrasi Jerman, Aydan Ozoguz yang seorang Muslim.

Acara menyambut Ramadhan di ibukota Jerman tersebut juga dihadiri oleh Jurubicara Dewan Koordinasi Muslim di Jerman, Nurhan Soykan, Presiden Dewan Pusat Yahudi di Jerman, Josef Schuster, Presiden Dewan Gereja Injili di Jerman (EKD) Heinrich Bedford-Strohm, Presiden Komite Sentral Umat Katolik Jerman, Alois Glück.

Dalam kesempatan itu, Kanselir Jerman yang termashur toleran itu menegaskan bahwa Islam adalah bagian dari Jerman dan dirinya menyesalkan meningkatnya serangan kebencian anti muslim di negara Eropa.


Merkel menyatakan bahwa pada bulan suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia berjuang menaklukkan diri sendiri dengan menahan hawa nafsu diri masing-masing.

Kanselir Jerman juga menyatakan bahwa umat Muslim di Jerman telah membuktikan diri sebagai warga negara yang mematuhi konstitusi dan hukum.

Kanselir Jerman perempuan pertama dan satu-satunya itu menambahkan bahwa dirinya tidak menyetujui adanya diskriminasi terhadap kaum Muslim.

"Kebencian, rasisme, dan ekstremisme tidak punya tempat di negara ini. Kami adalah sebuah negara berdasarkan demokrasi, toleransi, dan keterbukaan terhadap dunia," demikian ungkap Angela Merkel yang popular dengan sebutan Mama Merkel sebab memang sangat meyakinkan dalam sikap dan perilaku keibuan dirinya.

Mama Merkel benar-benar menghayati makna luhur bulan suci Ramadhan. Mengharukan bahwa ungkapan penuh pengertian, penghormatan dan penghargaan bagi Islam diungkapkan oleh seorang kepala negara Jerman dengan mayoritas penduduk beragama Nasrani yang bahkan merupakan negara Martin Luther sebagai pelopor Kristen Protestan.

Mengharukan bahwa empati terhadap kaum minoritas etnis, suku dan agama diungkapkan oleh seorang Kanselir Jerman di kota Berlin yang di masa lalu pernah menjadi ibukota sebuah negara yang dipimpin seorang diktator supra inteloran seperti Adolf Hitler.

Alangkah indahnya kehidupan di planet bumi masa kini, apabila semua kepala negara dan bangsa yang beradab juga mengungkapkan ucapan indah penuh rasa kasih sayang seperti yang diungkapkan oleh Mama Merkel. "Kebencian, rasisme, dan ekstremisme tidak punya tempat di negara ini. Kami adalah sebuah negara berdasarkan demokrasi, toleransi, dan keterbukaan terhadap dunia".

Marhaban ya Ramadhan. Taqaballahu Minna Wa Minkum. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1438 H. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya