Berita

Jusuf Kalla/net

Hukum

Ini Pesan JK Ke 100 Advokat Sebelum Polisikan Silfester

SENIN, 29 MEI 2017 | 16:16 WIB | LAPORAN:

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendelegasikan keluarganya untuk menyerahkan surat kuasa kepada Advokat Peduli Kebangsaan.

Dalam hal ini, terkait pelaporan terhadap seorang pengacara bernama Silfester Matutina (Sylver Matutina) atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap JK.

"Kami sudah dapatkan surat kuasa dari anaknya Chairani JK, Jumat 26 Mei 2017 kemarin, didampingi istrinya Pak JK. Jumlah kami 100 orang tergabung dalam Advokat Kebangsaan yang melapor," kata perwakilan Advokat Peduli Kebangsaan, M. Ihsan, di Bareskrim‎, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (29/5).


Menurut Ihsan, JK berpesan segala bentuk tindakan dalam merespons apa yang dilakukan Silfester harus berjalan sesuai koridor hukum.

"Pesannya (JK), silakan proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Semua harus menempuh langkah hukum," ucapnya.

Sebelumnya, Advokat Peduli Kebangsaan telah menyambangi Bareskrim Mabes Polri guna melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik Wapres JK oleh Silfester Matutina, Senin 22 Mei 2017.

Dalam orasinya, Silfester diduga menyebut Wapres JK sebagai akar penyebab kerusuhan di Pilgub DKI. JK disebutkan sengaja menggunakan isu SARA dan rasial untuk memenangkan paslon tertentu. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya