Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Irman Persulit Kerjaan Pemenang Tender E-KTP

SENIN, 29 MEI 2017 | 15:35 WIB | LAPORAN:

Andi Agustinus atau Andi Narogong membeberkan bahwa pemenang tender proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), konsorsium PNRI pernah diminta untuk membagi-bagikan pekerjaan kepada peserta lelang yang kalah.

Menurut Andi, hal tersebut diminta oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman yang menjadi terdakwa korupsi e-KTP.

"Juni 2011, PNRI ditetapkan pemenang (lelang). PNRI menang tapi tidak diinginkan Pak Dirjen (Irman). PNRI disuruh bagi rata kerjaan kepada peserta lelang yang kalah," kata Andi saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Senin (29/5).


Namun PNRI menolak permintaan tersebut. Akibatnya konsorsium tidak pernah diberikan down payment (DP) dan mengalami kesulitan dalam menjalankan proses pengadaan proyek e-KTP.

Konsorsium PNRI terdiri dari lima perusahaan yang terdiri dari PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Arthapura.

"Karena kesulitan uang, tidak bisa menjalankan tugas, PT Quadra pinjam uang ke saya Rp 36 miliar. Kebetulan saya punya fasilitas Bank BRI Rp 40 miliar," beber Andi.

Tetapi setelah itu, PT Quadra membutuhkan uang Rp 200 miliar. Andi tak mampu menyanggupi nominal tersebut dan meminta pinjaman Rp 36 miliar sebelumnya agar dikembalikan.

"PT Quadra butuh Rp 200 miliar cash, saya bilang, saya tidak sanggup," ucap Andi.

Pasca urusan pinjam meminjam itu, ia memilih tak mau berurusan lagi dengan konsorsium.

"Setelah itu saya mundur. Saya sakit hati. Karena Pak Irman bilang saya seperti calo. Sejak itu saya tidak pernah ada hubungan dengan konsorsium," kata Andi.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya