Berita

Foto: Penerangan Kostrad

Hukum

Satgas Kostrad Tangkap Pembawa Ganja Di Batas RI-PNG

SENIN, 29 MEI 2017 | 14:42 WIB | LAPORAN:

Seorang oknum mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jayapura bersama rekannya kedapatan membawa ganja kering di pintu gerbang lintas batas RI-Papua Nugini Skouw.

Keduanya, Jermias Aitumpi Wainggai (27) dan Djumadi Jauhari Seri (17) telah diamankan oleh anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Para Raider 432 Kostrad.

"Keduanya ditangkap, pada Minggu (28/5) Pukul 14.30 WITA," kata Pasintel Satgas Pamtas RI-PNG, Lettu Inf Muh Tafin Soleh


Lettu Inf Tafin menceritakan, kronologinya berawal ketika Jermias dan Djumadi sedang melintasi pintu pos perbatasan RI-PNG. Anggota Satgas yang curiga lantas memanggil keduanya dan ditanyai. Setelah dilakukan penggeledahan di pos jaga, didapati enam bungkus ganja kering yang disimpan di dalam celana dalam keduanya.
 
Dua orang oknum mahasiswa itu lantas dibawa ke Poskotis Satgas Yonif Para Raider 432 Kostrad untuk dimintai keterangan awal. Jermias mengaku mahasiswa semester VII di salah satu perguruan tinggi di Jayapura dan temannya tahun ini akan masuk kuliah.
 
"Berdasarkan keterangan yang didapat dari pendalaman kedua oknum tersebut yaitu telah didapat informasi adanya jaringan warga PNG yang suka mensuplay ganja ke Indonesia," jelas Lettu Inf Tafin.
 
Untuk pengusutan lebih lanjut, Jermias dan Djumadi selanjutnya diserahkan ke pos polisi.

Lettu Inf Tafin menambahkan, dengan ditangkapnya kedua orang tersebut, Satgas Pamtas RI-PNG yang berada skouw akan memperketat lagi pola-pola peyelundupan seperti ini. Salah satunya dengan melakukan razia di pintu-pintu masuk tanpa harus ada perencanaan.

"Sepanjang garis batas di sektor Utara ini banyak jalan-jalan tikus pikirnya yang bisa di lewati disitulah yang akan biasa dilalui bandar ganja atau lainnya. Di sinilah peran personel Satgas Pamtas dan polisi serta pihak terkait untuk mencegah upaya penyelundupan di sepanjang Perbatasan RI-PNG," kata Pasi intel Satgas.
 
Sementara itu di sela waktunya usai kunjungan ke seluruh pos di sektor utara, Komandan Satgas Letkol Inf Ahmad Daud menjelaskan bahwa perbatasan negara RI-PNG sangat rawan penyeludupan narkoba, khususnya ganja. Informasi yang diterimanya memang tanaman ganja di wilayah PNG sangat bebas dan pemasarannya yang sangat menjanjikan adalah ke wilayah negara Indonesia.
 
"Terbukti hasil dari upaya penggagalan oleh Prajurit Pamtas Yonif Para Raider 432 Kostrad tadi adalah sejak masuk bulan pertama dalam tugasnya sudah bisa menangkap dua oknum mahasiswa yang kedapatan membawa ganja dari Negara PNG," terang Dansatgas.
 
Keberhasilan ini menurutnya, awal dari upaya cegah dini dan deteksi dni dari Satgas yang mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat besar untuk keamanan dan ketertiban perbatasan antara RI dengan PNG.[wid]
 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya