Berita

Eko Putro Sandjojo/net

Hukum

Menteri Eko Tahu Sebelum Anak Buahnya Diciduk, KPK Sudah Ada Di Kantornya

MINGGU, 28 MEI 2017 | 02:17 WIB | LAPORAN:

Ternyata, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengetahui jika anak buahnya, Irjen Sugito sedang ditunggu tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat rapat dengannya.

Eko mengaku sempat rapat dengan Sugito dan beberapa pejabat eselon satu sebelum akhirnya Sugito diciduk KPK. Dalam rapat, Eko pun mengatakan sempat marah-marah terkait performa dan penyerapan anggaran kementerian.

"Sebelum penangkapan itu kita masih meeting sampai sore sama seluruh eselon I di ruangan meeting saya. Mungkin setelah rapat selesai (penangkapannya). Pak Irjen ke ruangannya langsung sudah ditunggu, mungkin. Saya dengar waktu rapat juga sudah ditunggu (KPK)," kata Eko saat jumpa pers di kantor Kemendes PDTT di Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5).


Namun, Eko saat itu tak tahu terkait keperluan apa. Ia tak pernah merasa curiga. Baru kemudian sekitar pukul 19.00 WIB dirinya dikabari Sekjen Kemendes PDTT melalui sambungan telepon bahwa beberapa ruangan telah disegel KPK. Eko mengaku saat itu masih berada di kantornya.

"Dengar kabar itu, ya otomatis saya langsung telefon Irjen paka HP, tapi nggak bisa. Kemudian saya telepon biro hukum saya, saya minta untuk datang ke KPK cari informasi," beber Eko.

Sebagaimana diberitakan, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan. Dua tersangka dari Kemendes PDTT yakni pejabat eselon III dan Irjen, serta dua lainnya dari BPK yakni auditor dan pejabat eselon I. KPK sebelumnya menangkap tangan tujuh orang di dua lokasi berbeda dalam kasus ini.[san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya