Berita

Ketua BPK Di KPK/net

Hukum

Anak Buahnya Kena OTT KPK, Ketua BPK Akui Sistem Penegakan Hukum Intenal Belum Efektif

SABTU, 27 MEI 2017 | 23:46 WIB | LAPORAN:

Ditangkapnya dua auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam operasi tangkap tangan menjadi pelajaran berharga lembaga yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara itu.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara mengakui, meski pihaknya telah memiliki sistem penegakan hukum internal melalui majelis
kehormatan kode etik. Namun hal tersebut seakan tercoreng setelah dua pegawainya dicokok KPK.

Padahal, sambung Soerja, sistem yang dimiliki telah terbukti efektif untuk menangani kasus-kasus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pegawai maupun pimpinan BPK.

Padahal, sambung Soerja, sistem yang dimiliki telah terbukti efektif untuk menangani kasus-kasus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pegawai maupun pimpinan BPK.

"Namun sistem itu tidak bisa memastikan atau memantau setiap individu di BPK," ujarnya saat konfrensi pers bersama pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5).

Soerja menambahkan, BPK akan tetap mendukung KPK dalam membongkar praktik suap yang dilakukan oknum pegawai BPK.

BPK, lanjut Soerja akan mengikut segala proses hukum yang berjalan dengan seksama.

"BPK akan menjadikan proses pembelajaran yang berharga untuk menjaga kredibilitas lembaga dan tetap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas keuangan negara," demikian Moermahadi.[san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya