Berita

Eko Putro Sandjojo/net

Hukum

Mendes Sedih Anak Buahnya Terjaring OTT

SABTU, 27 MEI 2017 | 10:04 WIB | LAPORAN:

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes), Eko Putro Sandjojo, sempat tidak percaya salah satu anak buahnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat malam (26/5).

Eko berharap pejabat Kemendes itu hanya dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

"Saya sedih. Mudah-mudahan cuma dimintai informasi saja," tulis Eko melalui pesan singkat elektronik WhatsApp (WA), Jumat malam (26/5).


Eko berharap anak buahnya yang terjaring OTT tidak terbukti bersalah. Eko mengaku mendapat informasi yang tidak valid sehingga dirinya menantikan keterangan resmi dari pihak KPK. Selain itu, Eko juga sudah mengirimkan perwakilan hukum dari Kemendes ke KPK.

"Informasinya masih simpang siur. Kita tunggu keterangan resmi dari KPK. Saya juga sudah kirim biro hukum saya ke KPK untuk dapat informasi," terangnya.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menyegel salah satu ruangan di  Kemendes. Penyegelan tersebut dilakukan terkait OTT oleh penyidik KPK di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Saya dapat informasi ada salah satu ruang pegawai Kemendes yang disegel KPK," ungkap Eko.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, mengatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan lebih mendalam pada konferensi pers hari ini (Sabtu, 27/5). [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya