Berita

Net

Hukum

Pengantin Bom Kampung Melayu Masih Jaringan Bahrun Naim

JUMAT, 26 MEI 2017 | 19:33 WIB | LAPORAN:

Pelaku teror bom di Terminal Kampung Melayu merupakan jaringan Bahrun Naim yang berafiliasi dengan kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD). Bahrun Naim sudah lebih dulu bergabung dengen organisasi Negara Islam (ISIS) di Suriah.
 
"Sel-sel mereka kita sudah tahu, kelompok mereka sudah tahu. Saya sudah perintahkan jajaran kejar habis kelompok-kelompok ini. Kenapa sasarannya anggota kepolisian, mereka menggunakan doktrin takfiri. Kelompok ini pendukung ISIS melalui individual Bahrun Naim di Raqqa," jelas Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi Terminal Kampung Melayu, Jakarta (Jumat, 26/5).
 
Menurutnya, inisial AS dan INS yang menjadi pengantin bom di Terminal Kampung Melayu merupakan kelompok JAD dari sel Bandung Raya. Kelompok itu sudah beberapa kali melakukan aksi teror yang berhasil digagalkan, seperti di Waduk Jatiluhur, dan Cicendo, Bandung


"Kejadian yang ada di Kampung Melayu ini memang kita sesalkan terjadi. Tapi mereka juga sudah belajar cara mendeteksi kepolisian dan deteksi intelijen," beber Tito.

Meski begitu, dia berharap masyarakat tidak panik berkepanjangan dengan adanya teror bom Kampung Melayu bunuh diri. Polri memastikan terus melakukan pengejaran terhadap sel-sel terduga teroris yang ada di Indonesia.

"Saya yakin kita semua tetap kuat. Ini kelompok kecil, tidak perlu dikhawatirkan. Dan kita akan tetap kejar," tegas Tito. [wah] 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya