Berita

Net

Hukum

Masih Olah TKP, Pengamanan Terminal Kampung Melayu Dipertebal

JUMAT, 26 MEI 2017 | 16:54 WIB | LAPORAN:

Kepolisian meningkatkan penjagaan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, menyusul aksi teror bom yang menewaskan lima orang dan melukai belasan lainnya pada Rabu malam lalu (24/5).

Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, selain melakukan pengecekan, pihaknya juga memastikan tidak adanya upaya teror susulan.

"Ini untuk memastikan semua kegiatan yang dilakukan masyarakat pascaledakan wajib berjalan dengan normal," ujarnya di lokasi, Jumat (26/5).


Andy menjelaskan, pihaknya bersama jajaran Dishub DKI Jakarta mempertebal pengamanan di Terminal Kampung Melayu.

"Dishub ada 15 orang, sisanya anggota kepolisian, total ada 35 personel," katanya.

Selain itu, polisi kembali memasang police line di lokasi ledakan dan Halte Transjakarta untuk keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan.

"Dirut Transjakarta sudah berkomunikasi. Hari ini dilakukan perbaikan fasilitas yang rusak di Halte Transjakarta, mungkin butuh waktu satu sampai dua hari hingga nanti kembali beroperasi," jelas Andry.

Dia menambahkan, selain Terminal Kampung Melayu, polisi juga melakukan penambahan pengaman di titik-titik lain di Jakarta Timur.

"Kita jaga wilayah-wilayah di pertokoan, mal, terminal, stasiun, bank dan keramaian lainnya bersama dengan TNI. Apalagi saat puasa hingga Lebaran, aktivitas dan mobilitas masyarakat meningkat," demikian Andry. [wah] 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya