Berita

Pospol Gambir/Net

Hukum

Oknum TNI Perusak Pospol Monas Diduga Langgar Lalin

JUMAT, 26 MEI 2017 | 12:09 WIB | LAPORAN:

Insiden pengrusakan di Pospol Subsektor Monas Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/5) malam, diduga karena cekcok antara pelaku dengan salah satu Polantas.

Anggota Patroli Kota (Patko) 1012 Regu B Polsek Metro Gambir Briptu Tiar, bersaksi terkait hal itu.

"Saksi Briptu Tiar sempat melihat ada seorang pengendara diduga anggota TNI diberhentikan oleh anggota Lantas (Polantas)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (26/5).


Kejadian tersebut, diperkirakan pukul pukul 18.30 WIB. Saat itu, saksi Tiar melihat pelaku yang menggunakan sepeda motor jenis Satria warna biru diberhentikan oleh anggota Lantas karena diduga telah melanggar lalu lintas.

Tidak terima distop polisi, oknum anggota TNI tersebut langsung marah-marah dengan menyebut "Polisi Anjing."

Kemudian oknum anggota TNI itu juga sempat mengeluarkan sangkur dan mengejar anggota lantas yang berlari ke arah Patung Kuda Indosat. Setelah itu, oknum anggota TNI tersebut kembali lagi ke TKP untuk mengambil sepeda motornya.

Tak lama berselang, oknum anggota TNI itu mendatangi Pos Subsektor Merdeka Barat guna mencari anggota lantas yang menghentikan sepeda motornya.

Gagal menemukan anggota Lantas yang dimaksud, oknum anggota TNI itu juga mendatangi Pos Lantas depan Patung Kuda guna mencari yang bersangkutan.

Puncaknya, beberapa oknum yang mengaku anggota TNI beserta komandannya, justru mendatangi kembali Pos Subsektor Merdeka Barat.

Mereka diduga merusak fasilitas Pospol dan mengintimidasi petugas piket di Pospol tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki terhadap kasus pengrusakan dan penganiayaan tersebut.[wid] 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya