Berita

Patrialis Akbar/net

Hukum

Diperiksa KPK, Patrialis Akbar: Penyidiknya Bagus, Saya Siap Bongkar Seluruh Fakta

RABU, 24 MEI 2017 | 12:32 WIB | LAPORAN:

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar tegaskan dirinya akan membuka seluruh fakta dalam persidangan.

Patrialis terjerat perkara korupsi karena diduga menerima suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Harus. Fakta itu yang paling penting," ujar patrialis kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/5).


Sejak kemarin, penyidik KPK sudah melakukan pelimpahan tahap dua kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas berkas-berkas pemeriksaan Patrialis Akbar dan tersangka Kamaluddin yang diduga menjadi perantara suap.

"Kita tunggu dulu dakwaannya mudah-mudahan minggu depan beliau (JPU) sudah limpahkan (ke pengadilan). Tentu kita serahkan kepada JPU," tambahnya.

Selama menjalani pemeriksaan di KPK, Patrialis mengaku tidak ada tekanan apa pun dari penyidik. Ia menilai kinerja penyidik KPK cukup profesional dan menghargai hak-haknya sebagai tersangka.

"Penyidiknya bagus, semua profesional. Saya tidak pernah merasa ditekan (penyidik). Tinggal nanti kita sama-sama melakukan persidangan," pungkas Patrialis.

Pekan lalu, penyidik KPK telah lebih dulu lakukan pelimpahan tahap dua berkas pemeriksaan atas tersangka Basuki Hariman dan sekretarisnya, NG Fenny ke JPU. Hal itu berarti, jaksa penuntut umum KPK mempunyai waktu maksimal 14 hari untuk membuat dakwaan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.[san]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya