Berita

Hukum

KPK Berharap Mendapat Informasi Siginifikan Dari Polri Soal Kasus Novel

SELASA, 23 MEI 2017 | 02:03 WIB | LAPORAN:

Pasca menjalani operasi pemasangan membran sel pada kedua matanya, Novel Baswedan akan terus menjalani perawatan intensif di Singapura.

Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, tim dokter akan melepas membran sel sebelah kanan dua minggu lagi untuk melihat perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan selaput kornea mata kanan.

"Karena kita tahu kemarin selaput korneanya tumbuh, tetapi tengahnya masih mengalami peradangan," ujar Febri saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (22/5).


Tim dokter melaporkan bahwa tidak ada infeksi yang terjadi pasca operasi. Namun mata kiri Novel belum bisa melihat huruf dan angka juga penglohatannya masih agak kabur karena efek setelah operasi. Meski begitu, tekanan mata keduanya normal.

Sementara itu, terkait penanganan perkaran penyiraman air keras ke wajah Novel  tersebut,  Febri mengatakan pihak KPK belum mendapatkan informasi tentang pengembangan dari tim Polri. Pekan lalu, Jumat (19/5) tim Polda Metro Jaya mendatangi Gedung KPK untuk menyerahkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan.  
"Kita berharap setelah pertemuan Jumat kemarin, dalam waktu 2 minggu setelah itu, ada perkembangan signifikan. Karena direncanakan akan digelar pertemuan secara periodik dimulai dari 2 minggu setelah hari Jumat," pungkas Febri. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya