Berita

Firza Husein/Net

Hukum

Saksi Ahli Pastikan Foto Bugil Firza Asli dan Sesuai KTP

SENIN, 15 MEI 2017 | 21:33 WIB | LAPORAN:

Empat saksi ahli menjamin foto bugil mirip Firza Husein (FH) adalah asli. Hal itu disimpulkan setelah keempatnya menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (PMJ) terkait kasus dugaan percakapan porno Forza dengan Rizieq Shihab, Senin malam (15/5).

"Hasil analisa kami beserta tim, dari pengamatan secara menditel, disimpulkan foto (Firza) yang diserahkan penyidik untuk diperiksa di tim Inafis Polri adalah asli bukan rekayasa," ujar salah satu saksi ahli dari tim Inafis Polri, Hery Cahyono.

Beberapa metode pembuktian diterapkan oleh saksi ahli dari Polri. Antara lain menggunakan tiga aplikasi dengan cara kerja yang berbeda. Termasuk menggunakan  perangkat berbasis algoritma biometrik.


"Jadi ada tiga perangkat yang kita pakai. Pertama aplikasi Bio Finder, Adobe Photoshop CS 6 (AP-CS 6), Face Recognition," urainya.

Teknisnya, penggunaan Bio Finder untuk memverifikasi keaslian foto dengan membandingkan foto yang hendak diuji. Caranya, dengan mencocokkan foto Firza yang telah didapat.

"Hasil Bio Finder, foto yang beredar cocok dengan yang didapat polisi ketika pemeriksaan," paparnya.

Sedangkan aplikasi edit foto AP-CS 6 dipakai untuk memperbesar piksel foto yang hendak diuji. Hasilnya, ditemui kecocokkan antara piksel dan warna kulit pada bagian wajah di foto, dengan bagian tubuh lainnya. Artinya, foto bukan hasil editan berupa pemasangan wajah Firza ke tubuh yang bugil.

Ada pun Face Recognition (pengenalan wajah) bekerja dengan cara memasukkan foto ke aplikasi. Selanjutnya, sistem otomatis mencari foto yang sesuai di pusat data mana pun.

Hasil pengecekan pada Face Recognition, diketahui tingkat akurasi keaslian foto cukup tinggi.

"Pada sistem Face Recognition, kita gunakan sistem pencarian. Begitu kita masukkan foto bugil FH ke aplikasi, dia langsung cocok ke foto. Kebetulan ke database e-KTP milik FH," ungkapnya.

Seluruh perangkat yang dipakai guna mengidentifikasi dipastikan memiliki tingkat akurasi yang begitu tinggi. Karena merupakan standar yang dipakai kepolisian, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri.

Ia juga menjamin tak ada perbedaan hasil jika verifikasi dilakukan pakar di luar kepolisian.

"Tidak ada kasus di mana hasil dari saksi ahli kepolisian, berbeda dengan swasta. Biasanya kalau ahli di luar kepolisian, dia menggunakan pengamatan mendetail saja. Jadi metode yang kita pakai sebenarnya lebih lengkap," tandasnya.

Diketahui, Rizieq sebelumnya dilaporkan ke polisi perihal dugaan percakapan porno di aplikasi WhatsApp dengan perempuan yang disinyalir mirip Firza Husein.

Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu juga diduga juga mengunggah foto bugil mirip dirinya dalam komunikasi tersebut. Kasus ini terkuak setelah disebarluaskan oleh situs Baladacintarizieq.com. Selain menjerat pelaku komunikasi, polisi juga memburu penyebar. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya