Berita

Ketua Humanika Bursah Zarnubi (baju batik) bersama Edy Nusantara/Net

Hukum

Dua Tersangka Penggelapan Sertifikat PT GWP Dicegah Ke Luar Negeri

MINGGU, 14 MEI 2017 | 19:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dua tersangka kasus dugaan penggelapan tiga sertifikat PT Geria Wijaya Prestige (GWP), Priska Megasari Cahya dan Tohir Sutanto, resmi dicegah ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Berdasarkan informasi, Priska dan Tohir dicegah sejak 2 Mei 2017 dan paspor keduanya untuk sementara waktu ditarik Ditjen Imigrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Salinan dokumen yang ada menyebutkan pencegahan itu merupakan tindak lanjut permohonan Polri dengan Nomor: B/2240/V/2017/Bareskrim terkait dengan proses penyidikan kasus dugaan penggelapan tiga sertifikat hak guna bangunan (SHGB) GWP yang dilaporkan oleh Edy Nusantara, kuasa usaha dari Fireworks Ventures Limited.


Laporan polisi itu bernomor LP/948/IX/2016/Bareskrim tertanggal 21 September 2016. Priska Megasari Cahya adalah karyawan Bank Danamon, sementara Tohir Susanto adalah mantan Direktur PT Bank WIndu Kentjana International Tbk, yang kini berganti nama menjadi PT Bank China Construction Bank Indonesia (CCB) Tbk.

Fireworks Ventures Limited, perusahaan berbasis di British Virgin Islands, awalnya  menerima pengalihan hak tagih (cessie) atas nama PT GWP yang sebelumnya dibeli PT Millenium Atlantic Securities (MAS) melalui lelang PPAK VI di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada 2004.

Masalahnya, Fireworks tidak menerima kelengkapan dokumen berupa tiga sertifikat berbentuk SHGB bernomor 204, 205 dan 207 atas nama GWP terkait lahan di atasnya berdiri bangunan Hotel Kuta Paradiso di Kabupaten Badung, Bali.

Belakangan diketahui, tiga sertifikat itu dipegang Bank Windu Kentjana International Tbk dengan klaim sebagai jaminan kredit modal kerja PT GWP sejumlah Rp 43 miliar yang dilaporkan di Bank Indonesia sejak 2004.

Namun, kenyataannya GWP tidak pernah menandatangani akad kredit baru apapun seperti yang diklaim Bank Windu, di mana sejak masuknya Bank CCB sebagai pemegang saham mayoritas, awal tahun ini bank itu berubah nama menjadi PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.

"Karena kami yakin penguasaan sertifikat atas nama GWP tersebut tidak sah, maka kami melaporkan hal itu kepada Bareskrim. Selain penggelapan, kami juga melihat ada potensi tindak pidana perbankan," kata Berman Sitompul, pengacara Edy Nusantara, Sabtu (14/5).

Sementara itu, dalam suratnya kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditandatangani Direktur Kepatuhan Dewi Arimbi Kurniawati dan Sekretaris  Perusahaan Andreas Basuki pada 20 April lalu, Bank CCB mengakui memegang ketiga sertifikat asli GWP. Bank CBB mengklaim hal tersebut berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku dan sudah sesuai perjanjian kredit pada 1995 antara GWP dengan sindikasi.

Sehubungan pengakuan Bank CCB tersebut, Fireworks telah meminta perlindungan hukum kepada PT BEI, dan menyerahkan segala dokumen untuk mendukung klaim Fireworks sebagai pihak yang paling berhak dan sah atas ketiga sertifikat GWP itu.

"Karena itulah, Fireworks minta kepolisian segera melakukan penggeledahan dan penyitaan sertifikat GWP," kata Edy Nusantara. [ian]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya