Berita

Dunia

Pemerintah Taiwan Ingin Lebih Bersahabat dengan Islam

KAMIS, 04 MEI 2017 | 20:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Republik China atau Taiwan ingin lebih bersahabat dengan Islam dan umat Muslim. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa semakin hari semakin banyak umat Muslim yang berkunjung dan menetap di Taiwan.

Salah satu cara yang ditempuh oleh pemerintah Taiwan adalah dengan mengundang kalangan pemuda Indonesia untuk ikut dalam kegiatan Muslim Youth Exchange Camp (MYEC) for South Asian Countries 2017. Sebanyak 20 partisipan dari Indonesia dilibatkan dalam program yang baru pertama kali diselenggarakan ini.

“Kami menyadari bahwa semakin banyak orang Islam yang berkunjung ke Taiwan, baik untuk bekerja maupun untuk sekolah. Ada juga yang menetap dan menikah dengan warga Taiwan. Karena itu kami berusaha agar negara kami lebih Islam friendly,” ujar Deputi Perwakilan Kantor Ekonomi dan Dagang Taipei (TETO), Phoebe Yeh, dalam pembekalan yang diselenggarakan di Kantor TETO, di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis siang (4/5).


“Hubungan Republik China dengan Indonesia selama ini cukup kuat. Dan kami ingin meningkatkan lagi kualitas hubungan itu, ke arah yang lebih substansial,” sambungnya.

Hubungan baik kedua negara mulai dibangun pada 1970, ditandai dengan pembukaan TETO di Jakarta. Selama ini hubungan baik itu lebih fokus pada sektor ekonomi, pendidikan dan tenaga kerja.

Menurut Pheobe Yeh, pihaknya kini berusaha untuk meningkatkan kerjasama di sektor pertanian, perikanan, hingga pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Selain itu, TETO juga mendorong agar masyarakat hubungan masyarakat kedua negara (people to people) juga semakin kuat.

Menurut catatan Pheobe Yeh, saat ini sekitar 300 ribu warga negara Indonesia yang berada di Taiwan. Kelompok TKI yang bekerja di Taiwan sebanyak 240 ribu orang, dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri bunga lili itu sebanyak 5.000 orang. Lalu puluhan ribu lainnya adalah WNI yang menikah dengan warga Taiwan.

Adapun warga Taiwan di Indonesia sekitar 20 ribu orang.

Program yang diselenggarakan ini, sebutnya, sejalan dengan kebijakan baru pemerintah Taiwan untuk merangkul tetangga mereka di selatan, terutama yang berada di kawasan Asia Tenggara.

“Dan tentu saja negara utama di Asia Tenggara adalah Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” sebutnya lagi.

Selain partisipan dari Indonesia, di dalam program MYEC itu juga dilibatkan belasan peserta dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Para peserta akan mendapat kesempatan untuk merasakan kehidupan di Taiwan dan mempelajari sejarah serta sistem sosial yang berlaku di sana.

Peserta juga akan mengunjungi komunitas Muslim di Taiwan dan Masjid Raya di Taipei. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya