Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Moratorium Penggusuran

RABU, 03 MEI 2017 | 20:52 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

BENDERA Partai Gerindra masih bertengger di atas Puing Kampung Aquarium. Sudah setahun bendera itu ada di sana.

Air hujan, angin, terik matahari koyak kainnya. Rusak parah. Sudah lusuh. Tinggal separuh. Tapi masih gagah. Berkibar-kibar. Seakan melawan angin. Sendirian. Bagai lidah-lidah naga. Meliuk-liuk. Berani. Sebuah simbol partai ini berpihak kepada rakyat tertindas.

Hari ini, tanggal 3 Mei 2017, ada konperensi pers di bekas Kampung Aquarium. Mobil-mobil jurnalis SCTV, Indosiar, Net, Tv one, Trans7, RTV, Tempo, Detik dan sebagainya berderet. Seakan, media mulai berani berpihak ke warga.


Hadir LBH Jakarta, Rujak Centre, JRMK, UPC, Relawan PASA, BRN, Buruh, Paguyuban Empang Bersatu, Ratna Sarumpaet, Eq Edysa Girsang, Bunda Maya Anhar, Sekjen Rusdi, serta 31 perwakilan kampung anti penggusuran Ahok.

Setahun lalu, tanggal 11 April 2016, Ahok kirim pasukan ke sini. Membombardir rumah-rumah penduduk. Tanpa dialog, tanpa musyawarah, tanpa kompensasi apa pun. Ahok tuding mereka sebagai "penyabot tanah negara" dan "pengintai turap".

Ada 315 KK yang digusur. Tidak termasuk para pengontrak. Sekitar 2.000 jiwa. Termasuk bayi, balita, remaja, perempuan, lansia.

Sebagian menolak direlokasi. Mereka bertahan di puing. Beberapa keluarga balik. Nggak betah di rusun, dan sulit cari nafkah.

Identitas kependudukan warga jadi tidak jelas. Kampung Aquarium dihapus dari peta, menjadi objek wisata kemiskinan. Banyak turis asing ke sini. Memalukan. Waktu Pilkada, warga dicatat untuk dulang suara.

Pasca pilgub, mereka mau digusur kembali. Beberapa hari lalu, Ahok dan Sekda bilang begitu. Mau ditertibkan, bahasa halusnya.

Tadi saya tanya Dharma Diani soal rencana Ahok ini. Dia bilang, "gila".

Sayup-sayup, saya dengar suara orasi Ratna Sarumpaet. Dia mengecam keras rencana brutal Ahok. Ke 31 kampung dan aktifis sepakat melawan rencana Ahok. Beberapa orang berkata, "Kita Siaga Satu."

LBH Jakarta tegas tolak. Lembaga ini sedang dampingi warga menggugat Ahok. Class Action. Mestinya, Ahok tidak boleh mengusik tanah dalam sengketa. Ada regulasi mengatur hal itu. Tapi, bukan Ahok namanya kalau nggak main seruduk. Dia gusur Bukit Duri yang sedang dalam proses class action. Pengadilan Negeri menangkan gugatan warga.

Ada yang tidak etis dari rencana Ahok. Dia nggak hargai program Anies Baswedan, gubernur baru. Anies punya blue print restorasi kampung. Rujak Centre bikin sketsanya. Sebagai gubernur lama, mestinya Ahok dukung program Anies. Anies punya legitimasi sebagai gubernur pilihan rakyat. Ahok gubernur cadangan. Refill. Lungsuran. Ahok nggak punya wibawa politik. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon juga menolak rencana Ahok.

Ahok mesti sadar, Jakarta is not his little fiefdom. Jangan sok jadi tiran.[***]

Penulis Merupakan Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi



Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya