Berita

Fahri Hamzah/Net

Hukum

Fahri Hamzah: KPK Jangan Jual Ketakutan

SELASA, 02 MEI 2017 | 13:57 WIB | LAPORAN:

. Hak Angket DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu polemik pro dan kontra. Ironisnya, KPK sendiri menolak untuk memenuhi keinginan DPR tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengimbau kepada lembaga antirasuah untuk tidak takut dengan keputusan DPR menggunakan hak angket.

"Jangan takut, dan jangan jualan rasa takut. Ini dinamika biasa. Bangsa yang sehat melakukannya terus-menerus," kata politisi PKS ini lewat akun Twitter miliknya @fahrihamzah, Selasa (2/5).


Jelas Fahri, disahkannya Hak Angket untuk membuka rekaman pemeriksaan mantan Anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani sudah sesuai dengan mekanisme yang ada.

"Kita punya konstitusi, itu batas kita. Kita tahu batas. Mari saling menjaga dalam batas kita masing-masing," ungkapnya.

Karena itu, Fahri meminta semua pihak, termasuk KPK sendiri bersikap dewasa dan jangan merasa paling benar sendiri.

"Dewasa lah. Jangan merasa paling benar dan paling bersih. Terlibatlah meski membuat kita nampak tidak ideal," tambahnya.

Fahri pun mengingatkan kalau bangsa ini akan memasuki fase-fase perdebatan penting. Karena itu dia mengajak semua pihak untuk menghadirkan pemikiran terbaiknya.

"Bangsa ini akan memasuki fase-fase perdebatan penting. Mari hadirkan pikiran terbaik kita untuk bicara," tutup Fahri Hamzah.

Rapat paripurna DPR, Jumat lalu (28/4), menyetujui usulan hak angket yang ditujukan kepada KPK. Meski sejumlah fraksi menolak, namun rapat paripurna tetap menyetujui usulan hak angket yang ditandatangani 25 anggota dari delapan fraksi itu. Fraksi yang menyampaikan penolakannya, yaitu Fraksi Demokrat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Gerindra.

KPK berharap tiga fraksi di DPR konsisten menolak pengajuan hak angket. KPK khawatir pengajuan hak angket tersebut mengganggu proses hukum yang sedang ditangani. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya