Berita

Hukum

Delapan WNA Asal Somalia Diselundupkan Dari Malaysia Ke Indonesia

SABTU, 29 APRIL 2017 | 12:29 WIB | LAPORAN:

Delapan pencari suaka Warga Negara Asing (WNA) asal Somalia diamankan anggota Lanal Tanjungbalai Asahan di perairan Sungai Asahan, Sumatera Utara (Sumut), dinihari kemarin, Jumat (28/4).

Imigran helap tersebut mengaku berangkat dari Somalia dan transit di Malaysia untuk menuju Indonesia.

"Benar, ada delapan imihran gelap asal Somalia yang diamankan oleh patroli angkatan laut Tanjungbalai, Asahan, di perairan Bagan Asahan," ujar Kabag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Agung Sampurno, Sabtu (29/4).


Rinciannya, delapan WNA asal Somalia itu terdiri dari masing-masing empat orang laki-laki dan perempuan.

Saat itu, tim WFQR Lanal Tanjungbalai Asahan mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan masuk imigran gelap.

Petugas pun langsung melakukan patroli di seputaran lokasi berdasarkan informasi yang dilaporkan.

Satu unit kapal yang berlayar dari Kuala Bagan Asahan menuju Tanjungbalai, dicurigai mengangkut penumpang ilegal. Setelah dilakukan pemeriksaa, petugas melihat dua orang melompat ke pantai dan kabur ke hutan.

"Nahkoda dan ABK melompat ke laut dan melarikan diri ke area hutan bakau dengan membawa Dokumen Paspor 8 WN somalia," terang Agung.

Selain delapan WNA asal Somalia, petugas juga mengamankan seorang TKI ilegal. Mereka pun sempat diamankan di Poskamla Bagan Asahan sebelum diserahkan ke Kantor Imigrasi Tanjungbalai untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kepada petugas para pencari suaka itu mengaku sudah berada di Malaysia selama dua minggu. Rencananya, mereka akan bermigrasi ke wilayah Indonesia atau pun Australia.

"Mereka adalah para pengungsi yang tinggal dan berada di Malaysia," tutur Agung.

Secara geopolitik, Agung menjelaskan, Indonesia berada diantara negara penerima pengungsi (Malaysia) dan peratifikasi konvensi PBB tentang pengungsi (Australia).

Hal ini menyebabkan Indonesia rawan terhadap rembesan dan pelarian pengungsi dari kedua negara tersebut.

Berdasarkan data UNCR per Maret 2017, terdapat 150.845 pengungsi dan pencari suaka di Malaysia. Sedangkan di Indonesia, terdapat kurang lebih 14.000 pengungsi yang berada di Rumah Detensi Imigrasi, Kantor Imigrasi, Community House dan pengungsi mandiri.

Agung menegaskan, upaya pengawasan Ditjen Imigrasi, Kemenkumham dalam menjaga pintu masuk terus ditingkatkan. Baik kepada WNI yang diduga akan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), mau pun terhadap orang asing yang berpotensi menjadi ancaman keamanan negara.

Dengan keterbatasan personil dan anggaran yang tersedia, lanjutnya, pihak Imigrasi menggunakan strategi teknologi informasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan Kantor Imigrasi.

Implementasinya, sistem informasi manajemen keimigrasian terintegrasi dengan seluruh kantor imigrasi dan 33 Perwakilan RI di luar negeri.

Sekaligus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas imigrasi dengan pelatihan dan pendidikan.

"Kita jug ada kerjasama dengan Interpol melalui konektifitas database interpol. Serta kerjasama lainnya dengan instansi terkait di dalam negeri," demikian Agung. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya