Berita

Fahd El Fouz Arafiq/Net

Hukum

Fadh Arafiq Komitmen Tidak Akan Menyeret Partai Golkar

JUMAT, 28 APRIL 2017 | 11:13 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Fahd El Fouz Arafiq sebagai tersangka.

Kali ini, Ketua DPP Parati Golkar yang juga Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) itu dituduh melakukan kasus korupsi proyek pencetakan Al-Quran di Kementerian Agama tahun 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Sebagian pihak menilai ketersangkaan Fahd semakin memperburuk citra partai berlambang pohon beringin itu. Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono enggan menanggapi itu lebih jauh.


"Ya ada yang mengatakan ini memperburuk citra partai, tapi kita berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum'at (28/4).

Maka itu, lanjut Dave, Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kasus tersebut kepada komisi anti rasuah.

"Partai tidak bisa mengintervensi apapun karena ini adalah proses hukum yang sedang berlangsung. Apalagi Golkar adalah partai yang terdepan dalam memberantas korupsi, maka sumbangsih dan karya bakti saudara Fahd Ar Rafiq pada Partai Golkar sangat diperhitungkan, Partai Golkar membutuhkan kader-kader seperti dia. Akan tetapi yang terjadi menimpa dirinya harus diselesaikan dan tidak bisa menyangkut kepada partai, dan itu harus beliau selesaikan sendiri dan itu sudah ada komitmen dari beliau pun bahwa tidak akan menyeret partai dalam masalah yang dia hadapi sekarang," urainya.

Lalu apakah Golkar akan memberitakan bantuan hukum kepada putra pedangdut A Rafiq itu, Dave bilang tunggu dulu.

"Bantuan hukum saya rasa Saudara Fahd sudah memiliki tim hukumnya yang sangat kompeten dan sangat kuat, biarkan itu berjalan dulu. Bilamana masih dibutuhkan akan dipikirkan cara yang terbaik untuk membantu dia. Akan tetapi yang terpenting itu Partai Golkar harus menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi," tukasnya. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya