Berita

Mahyudin/Net

Pimpinan MPR: Senjata Polisi Untuk Melindungi Bukan Membunuh

KAMIS, 27 APRIL 2017 | 14:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penembakan oleh polisi terhadap warga masyarakat Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dan juga baru saja terjadi lagi di Bengkulu, yang menyebab jatuh korban jiwa, mendapat sorotan dari Wakil Ketua MPR MPR RI Mahyudin.

"Kejadian itu tidak sesuai tujuan kita berbangsa dan bernegara," ujar politisi Partai Golkar ini kepada wartawan disela kunjungannya di Pangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/4).

Karena, sesuai dengan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Atas dasar itu, kata Mahyudin, lembaga tersebut perlu dievaluasi kembali senjata-senjata yang ada di tangan anggota kepolisian itu.


"Karena senjata di tangan kepolisian itu tujuanya untuk melindungi rakyat, bukan untuk membunuh rakyat," tegas Mahyudin.

Seperti peristiwa yang terjadi di Bengkulu, anggota polisi membunuh anaknya hingga tewas, karena dikira maling.

"Apa SOP-nya memang seperti itu?" tanya Mahyudin dalam rilis Humas MPR.

Lalu, apakah maling itu harus dibunuh, kan ada aturannya?

Menurut Mahyudin, kalau memang ada indikasi maling, tidak perlu langsung ditembak, bisa dikasi tembakan peringatan atau ditangkap, kan ada pengadilan.

"Artinya, walaupun dia seorang maling tidak boleh langsung dibunuh, karena negara melindungi seluruh tumpah darah Indonesia," tukasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya