Berita

Hukum

Diduga Praktek TPPO, Tiga Agen Penyalur TKI Ke Suriah Diciduk Polisi

KAMIS, 27 APRIL 2017 | 11:43 WIB | LAPORAN:

. Tiga agen pemberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Suriah diciduk aparat Subdit III Dit Tipidum Bareskrim Polri, Rabu (26/4). Ketiganya, Bunda Putri, Saud dan Haji Andre, diketahui terafiliasi dengan Klinik Zam-Zam Medical Center di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur.

"Ketiganya sudah kami tangkap di lokasi berbeda," kata Kasubdit III Dit Tipidum Bareskrim Polri Komisaris Besar Ferdy Sambo kepada wartawan, Kamis (27/4).

Ferdy menuturkan, penangkapan tersebut bermula dari informasi pemulangan lima TKI yang diberangkatkan secara non-prosedural dari Suriah. Alasannya, lima TKI ilegal itu mendapat rekam medis yang dipalsukan.


Kepada polisi, kelima TKI itu mengaku sempat menjalani pemeriksaan medis (medical check up) di Klinik Zam-Zam Medical Center. Sehingga, polisi dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun menggeledah klinik tersebut, Rabu siang kemarin.

"Kami lakukan penggeledahan di sana (Klinik Zam-zam). Kami menemukan dokumen terkait dua korban yang pernah melakukan medical check up," terang Mantan Wadir Krimum Polda Metro Jaya itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diduga bahwa ketiga agen penyalur TKI ilegal ini bekerja sama dengan pihak klinik. Tujuannya, untuk memberikan rekomendasi kepada calon TKI agar bisa berangkat ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Setelah melakukan penyelidikan mendalam, polisi menjerat ketiganya dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pasalnya, ketiga pelaku diduga telah menjalankan praktek jual beli manusia alias human trafficking.

"Ketiganya kita jerat dengan pasal TPPO," tegas lulusan Akpol 1994 tersebut.

Saat ini, baik pelaku maupun korban masih menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri. Sedangkan terkait klinik yang mengeluarkan rekam medik palsu, akan diserahkan ke pihak Dinkes DKI Jakarta untuk ditindaklanjuti. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya