Berita

Ahok/Net

Hukum

Tuntutan Ahok Penuh Unsur Kesengajaan

KAMIS, 27 APRIL 2017 | 01:29 WIB | LAPORAN:

Tuntutan hukuman satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut mengandung unsur kesengajaan.
 
"Saya sependapat bahwa dakwaan jaksa tersebut terkesan meringankan terdakwa. Terlihat direkayasa dan diperingan," kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kepada wartawan di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta (Rabu, 26/4).

Dia menjelaskan, tuntutan ringan terhadap terdakwa penistaan agama itu membuat masyarakat mempertanyakan proses hukum di Indonesia. Terlebih, kasus yang menimpa Ahok telah menyita begitu besar perhatian publik. Fadli mengatakan, ketika jaksa menuntut hukuman percobaan maka masyarakat bisa kehilangan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum di Indonesia. Dia pun mengkritisi peran Jaksa Agung yang disebutnya berlatar belakangan politisi dan memiliki kepentingan politik.


"Saya sudah bilang Jaksa Agung harusnya orang yang betul-betul independen. Yang memang benar-benar menegakkan hukum," ujar Fadli yang juga wakil ketua umum Partai Gerindra.

Diketahui, jaksa menuntut Ahok dengan hukuman satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan dalam sidang lanjutan kasus penodaan agama pada 20 April lalu. Dalam sidang lanjutan tanggal 25 April, Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto mengatakan bahwa vonis untuk Ahok akan diumumkan pada 9 Mei, setelah tidak ada pembacaan replik dan duplik baik dari pihak jaksa maupun tim kuasa hukum terdakwa. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya