Berita

Net

Hukum

Usai Bersaksi, Anggota Tim Fatmawati Diamankan KPK

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 22:24 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Direktur PT Java Trade Utama Johanes Richard Tanjaya setelah memberi kesaksian di sidang korupsi proyek pengadaan identitas elektronik (e-KTP).

Jaksa KPK Abdul Basir mengatakan, diamankannya Johanes lantaran penyidik masih membutuhkan keterangannya di kemudian hari.

"Kalau memang dibawa ke KPK, dimintai keterangannya oleh penyidik benar. Nanti saya tanyakan ke teman-teman penyidik KPK," ujar Basir usai persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4).


Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah tidak membantah jika saksi yang dihadirkan jaksa di persidangan diamankan oleh tim satuan tugas. Meski demikian, dia mengaku belum bisa berkomentar lebih lanjut kepentingan penyidik dalam mengamankan Johanes.

"Nanti kita akan cek lebih lanjut," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta.

Saat disinggung mengenai adanya ancaman terkait kesaksian Johanes di persidangan, Febri juga belum bisa memastikan hal tersebut. Menurutnya, apabila terdapat saksi yang memang mendapat ancaman atau intimidasi, KPK siap memberikan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

"KPK tentu akan memberikan perlindungan, sepanjang itu memang memenuhi syarat sesuai perlindungan saksi," jelas Febri.

Diketahui, Johanes merupakan pihak yang diperkenalkan terdakwa Irman kepada pengusaha Andi Narogong sekitar Mei-Juni 2010. Saat itu, Irman meminta Johanes untuk membantu mempersiapkan desain proyek e-KTP, serta memperkenalkan Andi Narogong kepada Johanes dan Husni Fahmi bahwa Andi merupakan pihak yang mengurus penganggaran dan pelaksanaan proyek e-KTP.

Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto yang merupakan mantan pejabat Kementerian Dalam negeri, Johanes disebut sebagai salah satu pihak yang menhadiri pertemuan di Ruko Fatmawati, Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Tim Fatmawati. [wah] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya