Berita

Jaya Suprana dan Novel Baswedan/Dok

Jaya Suprana

Krisis Kemanusiaan

RABU, 12 APRIL 2017 | 10:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PAGI hari 12 April 2017 usai menunaikan shalat subuh, mendadak wajah Novel Baswedan, penyidik senior KPK disiram air keras oleh jahanam tak dikenal.

Kedua mata Novel mengalami cedera, sementara sang penyiram air keras melarikan diri. Ketika saya bersama Aylawati Sarwono menjenguk Novel Baswedan di rumah sakit Jakarta Eye Centre, sambil berbaring Novel bersyukur alhamdullilah bahwa langsung setelah tersiram air keras, segera Novel lari kembali ke masjid Jami Al Ihsam untuk membasuh wajah dan kedua matanya dengan air wudhu.

Menurut para dokter, apabila tidak secepatnya membasuh mata maka diyakini bahwa kedua mata Novel dapat dipastikan akan buta. Kini satu mata Novel sudah tidak bisa melihat dan tim dokter sedang gigih berusaha menyelamatkan satu mata yang masih bisa melihat meski kabur.


Ini bukan pertama kali Novel menjadi korban tindakan kemanusiaan tidak adil dan tidak beradab. Sebelumnya ia pernah ditabrak mobil ketika naik motor, dan dikriminalisasi saat menyelidiki kasus simulator SIM.
Menurut keluarga dan kerabat Novel, serangan-serangan merupakan kelanjutan upaya menekan Novel agar menghentikan langkah-langkahnya membongkar kasus-kasus korupsi besar. Sebenarnya secara pribadi saya belum berjumpa Novel Naswedan. Maka ketika saya menjenguk Novel Baswedan di RS Jakarta Eye Centre merupakan perjumpaan kita berdua yang pertama kali. Namun sejak lama saya sudah mengagumi Novel Baswedan terus menerus maju tak gentar melawan korupsi dengan keberanian yang luar biasa. Berkali-kali diintimidasi, dikriminalisasi, diserang, namun ia tetap konsekuen dan konsisten profesional pantang mundur dalam perjuangan membasmi korupsi.

Musibah yang menimpa Novel Baswedan pada pagi hari 12 April 2017 sangat memprihatinkan lubuk sanubari saya. Saya gagal paham tentang bagaimana masih ada manusia Indonesia tega hati melakukan angkara murka kekerasan bengis keji terhadap sesama manusia Indonesia setelah 72 tahun negara dan bangsa Indonesia diproklamirkan kemerdekaannya dari angkara murka kekerasan bengis keji kaum pejajah.

Dengan jerih payah pengorbanan keringat, air mata, darah bahkan nyawa, akhirnya para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia berhasil mengusir kaum penjajah dari persada Nusantara. Alangkah kecewa dan sedih para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia apabila menyaksikan betapa di masa kini ada warga bangsa Indonesia melakukan angkara murka membenci, memfitnah bahkan mencelakakan sesama warga bangsa Indonesia sendiri.

Tampaknya masih ada warga Indonesia mewarisi sukma laknatullah kaum penjajah maka bersemangat melanjutkan durjana kebengisan dan kekejian terhadap sesama warga bangsa sendiri. Bangsa Indonesia sedang menderita krisis kemanusiaan! Mazhab kemanusiaan adil dan beradab keliru ditafsirkan kemudian pada kenyataan keliru diejawantahkan menjadi kemanusiaan biadab.

Para penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan sepastinya sadar bahwa diri mereka sendiri mustahil berkenan apalagi ikhlas apabila wajah mereka disiram dengan air keras. Sebagai insan yang tidak memiliki kekuasaan apa pun, saya hanya mampu berdoa memohon kepada Yang Maha Kasih berkenan memulihkan kesehatan Novel Baswedan serta menyadarkan segenap warga bangsa Indonesia untuk menghentikan kemelut angkara murka saling curiga, saling benci, saling fitnah dan saling melakukan biadab kekerasan di Tanah Air Angkasa yang kita cintai bersama ini. AMIN[***]
 

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya