Berita

Politik

Indonesia Darurat Disintegrasi Selama Ahok Masih Ada

RABU, 12 APRIL 2017 | 06:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama adalah ancaman yang sangat serius bagi keberlangsungan kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia. Ini lantaran ia berkali-kali selalu mengganggu rasa saling hormat menghormati serta harga menghargai yang selama bertahun-tahun sudah terbangun dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (12/4).

"Ambisi kekuasaan Ahok yang begitu besar senantiasa ingin memaksakan kehendak serta pemikiran penguasaan dan pengendalian kelompok minoritas terhadap kelompok mayoritas, yang pada akhirnya memunculkan reaksi pertentangan mengarah konflik antar sesama elemen bangsa," ujarnya.


Media kampanye Ahok yang dipublish terakhir, lanjut Doli, semakin menunjukkan bahwa Ahok secara terbuka menantang dan sekaligus dapat mengundang terjadi "civil war" di tanah air .

Lebih jauh Ahok juga adalah symptom atau "gejala gunung es" dari kelompok tertentu yang ingin mengambil alih kedaulatan NKRI. Dengan modal kekuatan ekonomi dan kapital yang begitu besar, akses dan dukungan dari negara asing tertentu, kelompok tersebut ingin ekspansi ke wilayah politik untuk menguasai Indonesia.

"Oleh karena itu Indonesia akan selalu berada dalam keadaan "darurat disintegrasi" selama Ahok masih terus ada, apalagi dapat ikut pula memimpin pemerintahan di level apapun. Sebagai rakyat Indonesia yang tetap ingin hidup dengan damai, tenteram, dan berdaulat harus sadar betul akan situasi tersebut," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya