Berita

Rachel Maryam/Net

Politik

Rachel Maryam: Kampanye Ahok-Djarot, Video Paling Rasis Yang Pernah Saya Lihat

SENIN, 10 APRIL 2017 | 07:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Rachel Maryam menyebut video kampanye Ahok-Djarot yang viral dengan tanda pagar #KampanyeAhokJahat sebagai video paling rasis yang pernah dilihatnya.

Terlebih, dalam video itu umat Islam digambarkan sebagai biang kerusuhan. Sementara di satu sisi, kata Rachel, hanya ada etnis tertentu yang menorehkan prestasi untuk negeri ini.

"Iklan kampanye dengan jualan Sara dan playing victim yang paling rasis yang pernah saya lihat. Provokatif," ujarnya dalam akun Twitter @cumarachel, Senin (10/4).


Dijelaskan Rachel bahwa masyarakat kesal dengan Ahok karena mulut Ahok yang serampangan. Artinya, kekesalan itu tidak ada hubungannya dengan ras dan etnis yang bersangkutan. Sehingga tidak tepat jika dalam video itu digambarkan seolah terjadi kerusuhan antar etnis karena tidak memilih Ahok.

"Umat muslim tidak rasis. Ahok telah menyeret-nyeret identitas agama dan etnisnya untuk jadi tameng bagi  masalah yang dia timbulkan sendiri. Bukti Ahok tidak bernyali," pungkasnya.

Sebelumnya dalam video kampanye Ahok-Djarot berdurasi dua menit, ditampilkan suasana kerusuhan. Lalu dimunculkan pula sekelompok orang berseragam serba putih dan berpeci berdemonstrasi dan melakukan aksi sweeping.

Video tersebut juga diisi pidato yang mirip dengan suara lantang Djarot. Video ini sempat viral di Twitter dengan hashtag #kampanyeahokjahat. Begini isinya:

Saudara-saudaraku, seluruh warga Jakarta. Waktu sudah mulai mendekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini dan akan kita tunjukan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta.

Kita juga akan tunjukan bahwa Bhinneka Tunggal Ika benar-benar bukan hanya jargon tapi sudah membumi di Jakarta.

Siapapun kalian, apa agama kalian, apa suku kalian, darimana asal usul kalian, saudara-saudara semua semua adalah saudara kita sebangsa dan setanah air dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Jangan tanyakan darimana kau berasal. Jangan tanyakan apa agamamu. Tapi tanyakan apa yang telah kau perbuat untuk Jakarta.
[ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya