Berita

Ahok/Net

Politik

Nama Ahok Akan Jadi Legenda Negatif Jakarta

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 19:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi legenda dan terus dikenang oleh masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

Begitu kata Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), Lieus Sungkharisma seperti diberitakan RMOLJakarta, Minggu (9/4).

Namun begitu, nama Ahok bukan dikenal karena prestasi dalam membangun Jakarta, melainkan hal-hal negatif yang ditorehkan selama menjadi orang nomor satu di ibukota.


"Sudah cukup, Ahok kan namanya sudah melegenda kan. Ahok melegenda karena negatifnya, negatifnya, mana ada yang positif. Itu harus kita akui," ujarnya.

Adapun beberapa contoh disebut Lieus menjadi alasan Ahok layak disebut sebagai legenda negatif, yaitu menjadi satu-satunya gubernur yang dilempari batu. Hal ini terkait aksi unjuk rasa anarkis menolak Ahok saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan, Jakarta Utara, pada (23/6) lalu, dimana sejumlah massa berusaha menyerang iring-ringan mobil Ahok dengan melempari batu.

Selain itu, Lieus mengungkapkan, Ahok satu-satunya gubernur yang mampu menghadirkan jutaan umat Islam berkumpul dan berdoa bersama, seperti yang terlihat pada beberapa aksi unjuk rasa, yang menuntut penegakan hukum atas Ahok karena diduga telah menistakan agama.

"Sebagai gubernur pertama yang disambitin (dilempari batu) warga, sebagai gubernur pertama yang bisa bikin jutaan orang berkumpul, berdoa," ujar pendukung pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno ini.

Meski begitu, Lieus berpendapat, ada hikmah yang dapat diambil dari gagalnya mantan Bupati Belitung Timur itu di Pilkada DKI 2017, yakni bagaimana kekuatan rakyat dalam meruntuhkan kekuasaan gubernur zalim.

"Kita harus akui, Ahok tinggal kenangan. Kita akan peringati sebagai jatuhnya gubernur zalim. Ini kan merupakan pendidikan politik, ini merupakan pelajaran bagi kita semua, kalau berkuasa itu ingat, nggak selamanya, kalau rakyat begitu nggak milih, ya jadi rakyat biasa," pungkas Lieus. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya