Berita

Masjid Raya Daan Mogot/Net

Politik

Masjid Raya Daan Mogot Bukan Kerja Nyata Ahok

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 18:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masjid Raya DKI Jakarta yang berada di Daan Mogot, Jakarta Barat akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 16 April mendatang.

Masjid yang akan diberi nama Masjid Raya KH Hasyim Ashari ini diklaim kerja nyata Ahok-Djarot. Bahkan ikut menjadi bahan kampanye Ahok-Djarot dalam meraup suara pemilih muslim.

Namun begitu, peneliti senior dari Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap memastikan bahwa klaim pembangunan masjid adalah kinerja Ahok-Djarot adalah klaim palsu.


"Pembangunan masjid ini dimulai saat Jokowi sebagai gubernur. Prakarsa pembangunan masjid disetujui DPRD tahun 2012. Mulai dikerjakan Gubernur Jokowi tahun 2013. Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan massjid yang dinamai Masjid Raya KH Hasyim Asyari, seorang pendiri NU," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (9/4).

"Ahok dalam hal ini hanya penerus. Sehingga, klaim kerja nyata Ahok-Djarot adalah manipulasi fakta sejarah," sambung Muchtar.

Lebih lanjut, ia menilai pembangunan ini bukan sebagai prestasi. Pasalnya, lima tahun terhitung sejak Jokowi gubernur, Pemprov DKI hanya mampu bangun satu unit Masjid Raya di DKI, padahal ada lima kotamadya dan satu kabupaten di DKI Jakarta.

"Tidak hanya itu, sesuai regulasi, target selesai pembangunan Masjid itu seharusnya tahun 2016. Tetapi, kenyataannya mundur hingga April 2017. Terjadi keterlambatan waktu finalisasi pekerjaan fisik," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap ada gubernur baru di DKI yang benar-benar menjaga baik hubungan dengan umat Islam.

"Salah satunya dengan mengajukan dan melaksanakan program pembangunan Masjid Raya di Kota/Kabupaten luar Kota Jakarta Barat," ujarnya.

"Pokoknya, jangan lagi sakiti hati umat Islam DKI," pungkas Muchtar. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya