Berita

Zeng Wei Jian/Net

Politik

Orang Keji

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 06:17 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ORANG (atau kelompok) keji dinilai dari kelakuannya. Salah satu cirinya: suka fitnah, cari-cari kesalahan (tajassus), shameless, hobi ngibul, menghalalkan segala cara dan lain sebagainya. Orang keji (vicious) pasti dukung pemimpin keji.

Kerusakan adalah outcome dari seorang pemimpin keji. Hitler contohnya. Hitler and his followers adalah orang-orang keji.

Para pengikut nazi mengklaim Hitler orang baik. Alasannya, Hitler vegetarian. Ngga makan daging. Saling kirim surat dengan Mahatma Gandhi. Hitler bukan atheis. Di buku Mein Kampf, dia banyak ulas nilai-nilai Kristen. Bahkan di bulan Oktober 1928, Hitler bilang, "We tolerate no one in our ranks who attacks the idea of christianity. Our movement is christian."


Sebait kalimat ini digunakan sebagai kedok menutup gerakan rasis aryan supremasi Hitler. Para pengikut modernnya (neo nazi dan skinhead) bahkan berani bohong dengan menyatakan Hitler sangat memperhatikan kondisi para tahanan di kamp konsentrasi. Tiba-tiba Hitler jadi orang baik. Mereka nggak ulas 6 juta yahudi, 2 juta etnik Polandia, 15 ribu homosexual, 200 ribu freemason mati dibantai tentara Hitler.

Itu ciri-ciri orang keji. Membesar-besarkan kebaikan kecil, mengubur dosa besar. Ahoker juga sering begitu. Ngomong soal relokasi tapi ngga pernah bahas soal dampak sosial dan nasib korban penggusuran Kalijodo dan Pasar Ikan. Masih banyak contoh lain. Silahkan cari sendiri.

Selain itu, ciri dominan orang keji adalah suka fitnah. Paslon No. 3, Anies-Sandi kenyang difitnah. Saking banyaknya difitnah, timses Anies Sandi sampe bikin situs www.fitnahlagi.com.

Paling anyar, Anies Sandi difitnah jiplak lagu yahudi. Supaya pemilih muslim benci Anies Sandi. Seharian Anies Sandi dicabik-cabik. Fitnah go-block ini berusia seumur jagung. Sehari kemudian, ketauan bahwa justru lagu rohani yahudi itu njiplak lagu penyanyi muslim Maroko. PKS lebih dulu adopsi beat lagu C’est La Vie. Seorang gembong tukang fitnah itu langsung merevisi statemennya di twitter.

Sebelum skandal fitnah lagu yahudi merebak, Anies difitnah KKN. Adik Anies disebut mengurus kantin di Kemendikbud. Anies dituding bawa 60 teman menjadi staf khusus. Penulis berita fitnah ini berinisial "N" minta maaf. Fitnah ini gagal karena ngga ada faktanya.

Lalu, Anies difitnah punya istri simpanan. Yang ngetwit fitnah ini punya inisial CH.  Ketika dilaporkan kepolisi buru-buru ngeles mengatakan: dapat dari akun lain. Ahoker gagal lagi padahal ahoker koplak macam Ade Armando dengan penuh semangat ikut menyebarkan berita itu.

Belum jera, lagi Anies difitnah korupsi biaya pameran buku di Jerman. Goenawan Muhammad sebagai ketua panitia sekaligus dedengkot Ahoker terpaksa mengklarifikasi. Ahoker gagal lagi berselancar di atas gelombang fitnah.

Orang keji sering juga dungu. Dan kata "kapok" tidak ada dalam kamus hidupnya.

Anies kembali difitnah menanda tangani kontrak politik syariah islam. Ketika tanda tangannya diperiksa, ternyata jauh berbeda.  Media ikut mengklarifikasi. Ahoker gagal lagi. Kasian.

Sekalipun gagal dan berkali-kali ketauan fitnah, bukannya taubat, mereka fitnah lagi.

Mereka bilang di tahun 2012, ada aliran suap via rekening adik Anies. Disorakin netizen serepublik. Manakala, Anies belum jadi menteri saat itu.

Sandiaga Uno, Eep, Lieus Sungkharisma dan para pendukung paslon 3 tidak luput dari serangan fitnah orang keji. Daftarnya bisa panjang bila disebut satu per satu.[***]

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya