Berita

Aung San Suu Kyi saat diwawancara/BBC

Dunia

Aung San Suu Kyi: Soal Rohingnya, "Pembersihan Etnis" Bukan Istilah Yang Tepat

KAMIS, 06 APRIL 2017 | 13:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Istilah "pembersihan etnis" dinilai tidaklah tepat untuk menggambarkan konflik yang terjadi antara tentara Myanmar dan etnis minoritas Rohingya di Myanmar.

Begitu penegasan yang digarisbawahi oleh pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi dalam wawancara ekslusif dengan BBC pekan ini.

Pemenang hadiah nobel ini mengakui dan menyadari soal adanya masalah di negara bagian Rakhine Myanmar, di mana banyak kelompok Rohingya tinggal. Namun demikian, ia menekankan bahwa istilah pembesihan etnis terlalu berlebihan untuk digunakan dalam masalah tersebut.


"Saya tidak berpikir bahwa ada pembersihan etnis yang terjadi. Saya berpikir pembersihan etnis adalah istilah yang terlalu kuat untuk mengekspresikan apa yang sedang terjadi," kata Suu Kyi.

Ia menambahkan bahwa ada banyak keramahan di Rakhine. Namun ada juga konflik yang terjadi bukan hanya dengan tentara Myanmar.

"Saya kira ada banyak permusuhan. Itu adalah Muslim membunuh Muslim juga," kata Suu Kyi.

"Ini bukan hanya soal pembersihan etnis seperti yang kaukatakan. Ini adalah masalah orang-orang di sisi yang berbeda," sambungnya.

Untuk diketahui bahwa Rohingya ditolak untuk mendapatkan kewarganegaraan di Myanmar. Pasalnya, Myanmar menilai bahwa mereka adalah imigran ilegal dari Bangladesh. Sejumlah kasus diskriminasi dan kekerasan kerap terjadi di Rakhine, di mana banyak warga Rohingya tinggal. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya