Berita

Ilustrasi

Humor Politik

Ampun Bu Polwan, Saya Ndak Nyewain Brondong

SELASA, 04 APRIL 2017 | 13:44 WIB

MARKAS polisi sudah punya direktorat khusus yang menangani cyber crime alias kejahatan di dunia maya.

Salah satu tugasnya adalah menelusuri dan menegakan hukum terkait “cyber porn” atau pornografi di dunia maya.

Sebagai direktorat baru, entah untuk menunjukan eksistensinya atau saking semangatnya, sedikit saja ada petunjuk awal pelanggaran di dunia maya, langsung ditelusuri sampai tuntas.


Jika sudah jelas siapa dan di mana pelakunya langsung digrebek.

Wah hebat ya. Makanya harus hati-hati nih berurusan dengan dunia maya.

Suatu pagi terdeteksi ada akun amatiran pornografi. Kok amatiran? Iyalah, buktinya gampang terlacak.

Akun itu menampilkan konten pornografi dan human trafiking. Serius ini.

Simak saja unggahannya:

“Disewakan BRONDONG. KUAT dan TAHAN LAMA. Minat hubungi nomer ini, atau lewat WA juga bisa. Siap antar langsung.”

Unit pelacak Direktorat Cyber Crime langsung rapat singkat dan menelusuri akun tersebut. Dengan keahlian yang sudah terlatih dan berkelas, dalam waktu singkat mereka mendeteksi alamat akun tersebut, bahkan alamat rumah pemilik akunpun sudah dikatongi.

Amatiran banget, alamat rumah saja sampai dicantumin.

Polisi mengatur strategi untuk menjebak pelaku. Kalau digrebek akan percuma. Sulit dapat Barang Bukti (BB).

Seorang Polwan ditugaskan untuk menghubungi akun dimaksud. Singkat cerita, komunikasi dengan penyedia jasa yang mengaku bernama Diyo pindah pakai WA.

Polwan mengirim ulang cupture iklan disertai pertanyaan, “Ini benaran kan?”

“Bener, dijamin,” jawab Diyo.

Sang Polwan dan Diyo akhirnya sepakat untuk bertemu di suatu tempat. “Barang” akan diantar langsung tanpa perantara, tanpa jasa kurir. Harga pun sudah disepakati.

Sementara itu, pasukan kecil tim gerebek sudah bersiap-siap untuk melakukan penangkapan begitu pelaku dan BB berada di lokasi.

Sesuai waktu dan tempat yang disepakati, datanglah seorang lelaki muda mengendarai sepeda motor.

Lelaki Muda: “Mbak Susi, ya?”

Rupanya sang Polwan menggunakan nama Susi di akun WA.

Polwan: "Iya. Mas Diyo, ya?”

Sang Polwan mulai siap-siap melakukan transaksi jebakan.

Lelaki Muda: “Bukan Mbak.  Saya Joni. Saya hanya ngantar Mbah Diyo saja. Maklum Si Mbah sudah tua.”

Joni mengenalkan Mbah Diyo ke sang Polwan yang tampak bingung.

Ternyata Diyo sudah tua.

“Ini siapa Mbah?" tanya Polwan kepada Mbah Diyo sambil menunjuk Joni yang memang punya body atletis.

“Ini Joni cucu saya Mbak,” jawab Mbah Diyo.

“Mbak yang WA saya ini tho?” lanjut Mbah Diyo sambil memperlihatkan percakapan mereka di WA.

Polwan: "Iya betul.”

“Itu Mbak, barangnya di sana. Masih baru dan kuat. Saya jamin tahan lama,” kata Mbah Diyo sambil menunjuk ke motor dan saat itu Joni lagi dekat motor ngambil kunci motor yang ketinggalan.

“Iya. Mari kita ke sana dan ini uangnya sesuai harga yang kita sepakati,” jawab Polwan sambil menyerahkan uang dan berjalan menuju motor.

Tak lupa Polwan mengirimkan kode kepada tim sergap kalau transaksi. Mereka diminta semakin bersiap-siap.

Sebelum tim sergap sampai di tempat…

“Ini barangnya Mbak. Mau saya naikkan langsung ke motor Mbak atau gimana,” kata Mbah Diyo sambil menurunkan sesuatu dari motor dibantu Joni.

Polwan melongo.

“Lho ini apa-apaan Mbah?” tanyas sang Polwan tidak mengerti.

“Mbak kan pesan ini dari saya. Setelah Mbak bayar tentu saya serahkan. Apa perlu saya antar sekalian karena Mbak bayarnya mahal banget,” jawab Mbah Diyo polos.

“Ini kan BRONJONG, Mbah…” kata Polwan dengan penekanan sambil melirik Joni.

“Saya memang nyewakan BRONJONG, seperti saya tulis dalam akun saya,” jawab si Mbah lagi.

Polwan langsung ambil HP dan memperlihatkan cupture iklan di akun Mbah Diyo.

"Nah, coba Mbah Diyo lihat dan baca yang benar. Ini yang Mbah Diyo iklankan di akun pribadinya kan?” Polwan berusaha memastikan.

Lama Mbah Diyo meneliti capture yang ditunjukkan itu. Akhirnya dengan wajah merah karena malu dia menjelaskan.

“Duh, mohon maaf Mbak, eh Bu, eh Mbak. Saya yang salah. Maklum sudah tua. Maksud saya waktu buat iklan itu mau nulis BRONJONG. Eh, ketulis BRONDONG. Maaf ya Bu,  eh Mbak,” kata Mbah Diyo terbata-bata.

Catatan: Bronjong biasa dipakai pedagang sayur untuk membawa barang dengan sepeda motor. Diletakan di jok belakang dengan bak di kiri dan kanan sebagai tempat barang. Biasa juga disewakan di pasar kecil tradisional daerah Wonogiri, Jawa Tengah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya