Berita

Ganja/Net

Kesehatan

Kata LGN, Kasus Yeni Bukti Ganja Obat Berkhasiat

MINGGU, 02 APRIL 2017 | 16:10 WIB | LAPORAN:

Kasus yang menimpa Fidelis dan almarhumah istrinya, Yeni seharusnya mampu membuka mata masyarakat bahwa ganja memiliki berbagai khasiat, khususnya untuk mengobati penyakit kronis.

Almarhumah Yeni adalah pengidap penyakit syringomyelia, yakni sebuah penyakit yang ditandai dengan keberadaan kista di sumsum tulang belakang. Ia telah menjalani banyak perawatan konvensional maupun alternatif hingga ke luar wilayah Kalimantan Barat, namun semua itu tidak membuat kondisinya membaik.

Hingga kemudian harapan kesembuhan itu muncul dari sebuah tanaman ganja yang tergolong narkotika golongan I. Sang suami, Fidelis dengan sengaja menanam ganja untuk kemudian diekstrak sebagai obat untuk Yeni. Kondisi Yeni membaik setelah rutin mengkonsumsi ekstrak ganja itu.


Namun kemudian, BNN menangkap Fidelis. Selang 32 hari Fidelis ditahan, Yeni meninggal karena tidak lagi mengkonsumsi obat buatan Fidelis.

Menanggapi hal itu, Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menyampaikan bahwa kasus ini bukan kali pertama masyarakat menggunakan ganja untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Ketua LGN Dhira Narayana mengatakan, mereka telah mendokumentasikan khasiat ganja sebagai pengobatan penyakit-penyakit mematikan sejak tahun 2010.

Jenis penyakit yang berhasil terdokumentasi bisa diobati antara lain kanker, diabetes, hepatitis C, AIDS, stroke, cerebral palsy, epilepsi, ankylosing spondylitis, asam urat, asma, chronic pain, dan lain-lain.

"Dari kasus-kasus itu masih ada beberapa orang yang sampai saat ini dipenjara. Seperti PRB (inisial) di Jogja yang menderita nyeri akut dan IH (inisial) di Cipinang yang menderita Hepatitis C dan AIDS," ungkap Dhira di LBH Masyarakat, Jakarta, Minggu, (2/4).

Oleh karena itu, pihaknya ingin mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan lokal dan internasional mengenai ganja. Ada buku berjudul Hikayat Pohon Ganja pada tahun 2011, yang telah terjual lebih dari 12.000 eksemplar hingga hari ini.

"Kami telah menemukan pasien-pasien penyakit tertentu yang memanfaatkan khasiat ganja. Kita berharap seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui khasiat ganja, dan pemerintah agar memulai riset ganja medis pertama di Indonesia," demikian Dhira. [ian]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya