Berita

Ahmad Zaidan dan Bilal Kareem/RT

Dunia

Dua Wartawan Minta Dihapuskan Dari Daftar Layak Dibunuh

SABTU, 01 APRIL 2017 | 20:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua orang wartawan mengajukan gugatan ke pengadilan Amerika Serikat pekan ini terkait dengan "daftar orang yang layak dibunuh". Keduanya menilai bahwa mereka tidak melakukan kejahatan apapun.

Dua wartawan itu adalah Ahmad Zaidan, mantan Kepala Biro Al Jazeera di Islamabad dan Bilal Kareem, wartawan lepas. Keduanya diketahui ditambahkan ke dalam daftar pembunuhan Amerika Serikat di bawah Presiden Barack Obama.

Keduanya mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Washington. Keduanya diketahui masuk ke dalam daftar setelah menilai bahwa Amerika Serikat melakukan konspirasi untuk melakukan pembunuhan di luar perbatasan dan melanggar hukum internasional dengan menargetkan warga sipil dalam serangan pesawat tak berawak di Timur Tengah.


Menurut gugatan yang diajukan oleh kelompok HAM yang berbasis di Inggris,
diketahui bahwa Zaidan adalah wartawan pertama yang mewawancarai Osama Bin Laden pada tahun 1998 dan Kareem adalah warga negara AS yang hampir saja dibunuh oleh lima serangan udara terpisah.

Gugatan mengklaim keduanya dicap sebagai teroris dan ditargetkan sebagai akibat dari suatu algoritma yang mengumpulkan data dan metadata dari perjalanan mereka, komunikasi, serta konten media sosial dan kontak.

Gugatan berisi bahwa keduanya tidak menimbulkan ancaman dan membunuh mereka merupakan suatu kesalahan.

Para wartawan menuntut nama mereka dihapus dari daftar orang yang layak dibunuh. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya