Berita

Politik

Lieus Sungkharisma

SABTU, 01 APRIL 2017 | 16:53 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

PASCA aksi 313, Lieus Sungkharisma dikabarkan masuk Islam. Jadi mualaf. Katanya dia mengucapkan kalimat syahadat di atas mobil komando. Benar tidaknya kabar ini, saya tidak tau. Semoga benar. Saya tidak bisa menghubungi Lieus. Mungkin dia sakit. Drop. Tepar. Setelah melancarkan aksi tanpa jedah.

Sebelum aksi 313, Lieus datang ke Balai Kota. Temui Plt Soni. Dia minta waktu bahas skandal pembelian lahan milik pemda di Cengkareng Barat. Lieus heran, kok tanah milik sendiri dibeli Ahok. Plt Soni mengagendakan pertemuan berikut di hari Selasa depan.

Sehari sebelumnya, Lieus datangi lahan yang dibeli Ahok itu. Di sana dia pasang spanduk. Menggugat Ahok. BPK menyatakan negara dirugikan 600-an miliar karena pembelian lahan ini. Malamnya, dia mengunjungi Alex Asmasubrata di Posko Cikajang.


Tidak heran bila staminanya drop. Duduk disamping Lieus yang sedang stir mobil Jeep Wrangler-nya merupakan pengalaman yang bisa triger adrenalin rush. Lieus bisa merem sambil nyetir. Saking ngantuk. Bikin sport jantung. Spooky. Scary. Bobot badannya seberat Mike Tyson. Wajar bila rentan colesterol. Dia bersumpah tak akan makan nasi sebelum Ahok tumbang.

Lieus Sungkharisma bukan selebriti sosmed. Dia aktifis beneran. Terlibat banyak aksi. Lieus kena gas air mata saat ikut demo anti ahok di KPK. Di aksi Bela Islam II (04 November) Lieus ditembaki gas air mata lagi.

Ratna Sarumpaet dan Lieus Sungkharisma adalah otak dan penggerakan aksi long march menuju istana. Bersama warga Kampung Aquarium, mereka tagih janji Jokowi untuk tidak menggusur warga.

Di antara semua orang Tionghoa, cuma Lieus yang benar, jernih dan waras. Dia bela rakyat dan pro umat Islam. Sementara masyarakat Tionghoa blocking ke Ahok dan jadi arogan. Seakan kekuasaan Ahok bersifat permanen. Seolah-olah, roda kehidupan politik macet dan stag di Ahok. Mereka lupa, Ahok pasti masuk penjara bila rezim berganti. Laporan BPK sudah masuk KPK. Bisa diangkat kapan saja. Ngga pernah expired. Persis seperti kasus e-KTP.

Akibat dari keberpihakan itu, Lieus dikucilkan. Diisolasi. Padahal dulu, dia salah seorang motor gerakan Tionghoa. Ketika Jokowi telepon minta advis, Lieus sodorkan nama Ahok sebagai wagubnya. Lieus juga keluar duit pasang iklan di billboard gede untuk paslon Jakowi Ahok. Mungkin Jokowi tidak tau hal ini.

Tapi sekarang, Lieus di-bully, dicaci-maki, difitnah oleh ahoker kemarin sore. Dikatakan mafia tanah di Fatmawati. Disebut penjahat karena pernah masuk bui.

Ada tiga orang yang tau persis siapa Lieus. Mereka adalah para lawyer Lieus di masa lalu. Ketiganya adalah Ester Yusuf, Gunawan SH dan Ivan Wibowo (cucu seorang laskar Pao An Tui). Ketiganya diam. Tidak mengklarifikasi semua fitnah terhadap Lieus. Mereka pro ahok. Ahoker tulen. Pantas mereka diam.

Lieus masuk penjara selama 40 hari. Dia dituduh pasal trass passing dan pengerusakan. Akibat membela warga Mangga Besar yang digusur. Out of nowhere, seseorang mengklaim punya sertifikat tanah. Warga diultimatum kosongkan area. Warga minta tolong kepada Lieus. Alhasil, Lieus ditangkap. Ester, Ivan dan Gunawan jadi kuasa hukum Lieus saat itu.

Belum lama ini, di pertemuan masyarakat Hinghua, seorang ahoker koplak menyatakan bahwa Lieus hendak dieksekusi Tomi Winata. Mau dibunuh. Sebabnya, jelas. Karena kontra Ahok.

Lieus tanya langsung ke Tomi Winata. Jawabannya negatif. Tomi Winata tidak pernah ngurusin hal begituan. Lieus hendak menyeret ahoker, yang katanya wakil sekjen partai kebo itu, ke polisi. Tapi Tomi Winata bilang jangan. Ga usah ribut-ribut.

Demikian sekelumit soal Lieus Sungkharisma. Dia sedang obok-obok kasus pembelian lahan milik pemda oleh Ahok. Minggu depan, rencananya dia akan datangi BPK dan KPK sebelumnya melaporkan Ahok ke Bareskrim. Semoga sukses ya. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak).


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Pemerintah Siapkan Skenario Haji Jika Konflik Timur Tengah Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14

KPK Hormati Putusan Hakim, Penyidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji Tetap Berlanjut

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:12

Naik Transjakarta Kini Bisa Bayar Tiket Pakai QRIS Tap BRImo

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:06

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:01

RDF Plant Rorotan Diaktifkan Usai Longsor TPST Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:47

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dimulai Hari Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44

Lantik Pengurus DPW PPP Gorontalo, Mardiono Optimistis Menuju 2029

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:43

Harga Bitcoin Terkoreksi Tipis

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:34

Emas Logam Mulia Naik Rp40 Ribu, Dekati Harga Rp3,1 Juta per Gram

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:29

Viral Mobil Pickup Impor India untuk Koperasi Desa Tiba di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya