Berita

Politik

Anggota DPD Yang Bergabung Ke Parpol Harus Mundur, Atau DPD Dibubarkan

JUMAT, 31 MARET 2017 | 17:05 WIB | LAPORAN:

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang aktif di partai politik (parpol) dituntut mundur. Karena mereka sudah tidak independen lagi.  Jika tidak mundur, lebih baik DPD dibubarkan.

Desakan tersebut disampaikan Aliansi Pejuang Demokrasi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat (31/3). Pejuang Demokrasi ini terdiri dari LSM, organisasi kemasyarakatan dan beberapa pakar politik.

Mereka menilai jika unsur parpol masuk dalam DPD, kemungkinan besar akan menguasai proses politik di DPD.


'Kepentingan Parpol akan bermain di sana. DPD tak ubahnya DPR. Terabaikanlah kepentingan daerah," papar salah satu perwakilan Pejuang Demokrasi, Yuda Irlang.

Parpolisasi dalam tubuh DPD dirasa sebagai pelanggaran etika politik dan konflik kepentingan. Aliansi Pejuang Demokrasi menilai jika semakin banyak anggota DPD yang bergabung dengan parpol berpotensi merusak tatanegara Indonesia.

"DPD satu-satunya ruang representasi independen di parlemen. Biarkan DPD tetap independen dan mewakili daerah," lanjut Koordinator Aliansi Untuk Perempuan dan Politik (Ansipol).

Selain itu mereka menuntut anggota yang telah masuk dalam parpol untuk memilih mundur pada partai politiknya atau mundur dari DPD. Serta mereka menolak anggota DPD yang didaulat menjadi pengurua parpol.

Isu ini semakin kencang setelah sejumlah anggota DPD bergabung ke Partai Hanura. Terlebih saat ini, Hanura dipimpin anggota DPD dari Kalbar yang juga Wakil Ketua MPR, Osman Sapta. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya