Berita

Permadi/Net

Politik

Permadi: Megawati Menikmati Dielu-elukan Sebagai Anak Bung Karno, Tak Mungkin Pensiun

JUMAT, 31 MARET 2017 | 12:27 WIB | LAPORAN:

Megawati Soekarnoputri kembali menyampaikan keinginannya pensiun dari jabatan ketum PDI Perjuangan. Terakhir kemarin, saat memberi sambutan acara Harlah ke-17 Banteng Muda Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat.

Benar tidaknya, mantan politikus senior PDIP, Permadi termasuk yang sangsi niat Megawati untuk lengser keprabon.

"Saya kira tidak mungkin Megawati pensiun, sebab dia sudah menikmati kedudukan sebagai anak Bung Karno, dielu-elukan oleh masyarakat, pokoknya menjadi idola masyarakat," kata Permadi berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Jumat, 31/3).


Dengan status itu, ia rasa sulit untuk Megawati mau mundur. Justru kata-kata ingin mundur, dinilai Permadi hanya sopan santun belaka.

"Pada saatnya nanti karena rakyat masih menginginkan saya, terpaksa saya akan melanjutkan tugas saya, pasti begitu (ucapan Megawati)," tutur politisi yang memilih lompat ke Partai Gerindra tersebut.

Dari trah Soekarno, diakui Permadi hingga sekarang belum ada sosok yang bisa menyamai kewibawaan Megawati. Termasuk dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Sementara Puti Guruh Soekarno yang ponakan Megawati tak pernah diberi kesempatan muncul.

"Yang diberi kesempatan untuk muncul, yang diajukan selalu Puan," tambah Permadi yang juga dikenal sebagai paranormal.  

Justru, lanjut Permadi, Soekarno tidak menghendaki digantikan trahnya, tapi masyarakat berpikir sebaliknya. Ini yang lantas selalu dijadikan dalil Mega untuk tetap berkuasa.

"Dia (Megawati) selalu mengatakan, saya masih dibutuhkan oleh rakyat," kata Permadi, meniru ucapan Megawati.

Padahal banyak anak-anak ideologis didikan Bung Karno, tidak semata dari biologis. Mereka sebetulnya mumpuni menggantikan kedudukan Megawati di PDIP.

"Tapi ya itulah orang-orang PDIP sendiri tidak berani melawan keinginan Megawati, enggak ada yang berani lawan Mega, kalah wibawa terus terang saja. Sekalipun di belakang memaki-maki tapi di depan dukung-dukung saja," tukasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya