Berita

bambang soesatyo/net

Politik

Bambang Soesatyo: Miryam Ngawur, Novel Harusnya Cross Check Dulu

KAMIS, 30 MARET 2017 | 21:12 WIB | LAPORAN:

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo merasa dirugikan atas tudingan bahwa dirinya telah menekan Miryam S Haryani untuk tidak mengakui bagi-bagi duit kasus e-KTP seperti dikemukakan penyidik senior KPK Novel Baswedan di pengadilan Tipikor, Jakarta.

Bambang pun berencana meminta rekaman pemeriksaan Miryam di KPK untuk mengetahui benar tidaknya ada ucapan Miryam yang mengaku ditekan dirinya dan lima anggota Komisi III lain.

“Saya menyesalkan pernyataan Novel yang disampaikan dalam persidangan kasus e-KTP tanpa melakukan cross check terdahulu. Jelas saya dan beberapa teman anggota Komisi III sangat dirugikan dengan tudingan Miryam tersebut sebagaimana dikutip Novel,” ucap Bambang kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (30/3)


Untuk diketahui, dalam kesaksiannya di sidang Tipikor hari ini, Novel menyatakan bahwa saat diperiksa KPK, Miryam mengaku ditekan enam anggota Komisi III. Lima dari enam anggota DPR tersebut adalah Bambang, Aziz Syamsuddin, Desmond J Mahesa, Masinton Pasaribu, Sarifuddin Sudding. Untuk yang satunya lagi, kata Novel, Miryan tidak menyebut dengan jelas.

“Yang bersangkutan bercerita, dia heran sebelum pemanggilan, dia sudah tahu dari rekannya di DPR. Dia pun diminta untuk tidak mengakui tentang hal-hal terkait penerimaan uang itu. Bahkan dia ditekan akan dijebloskan,” terang Novel.

Bambang memastikan, tudingan tersebut tidak benar. Sebab, dia tidak pernah berkomunikasi dan bertemu Miryam. Kemudian, kasus e-KTP juga tidak akan kaitan sama sekali dengan Komisi III. Kasus itu menyangkut Komisi II. Dia pun merasa hal tersebut sebagai upaya pembunuhan karakter dirinya.

Atas hal itu, Bambang merasa sangat heran. Sebab, saat Miryam mengaku ditekan penyidik KPK dalam sidang e-KTP pekan lalu, dirinya langsung membela KPK dengan menyebut bahwa para penyidiknya ramah-ramah.

“Kok sekarang malah saya yang dituduh menekan dan mengancam Miryam? Urusannya apa? Apalagi dikait-kaitkan dengan Komisi III DPR?” ucap Bambang

Makanya, dia ingin sekali melihat hasil rekaman penyidikan Miryam di KPK. Jika memungkinkan kata Bambang, pihaknya akan meminta rekaman Miryam kepada pimpinan KPK saat pemeriksaan yang membawa-bawa nama saya dan sejumlah anggota Komisi III sebagai bukti hukum melaporkan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah ke Bareskrim Polri.

"Ini sudah keterlaluan dan tidak boleh dibiarkan seseorang Miryam menuduh-nuduh dan menyebut-nyebut nama orang seenaknya,” tegas Bambang

Politisi Golkar ini mengaku tidak ingin sepenuhnya menyalahkan Novel. Sebab, kemungkinan besar kesaksian Novel benar berdasarkan keterangan Miryam. Hanya saja, dia menyesalkan tidak ada upaya klarifikasi lebih dulu kepada orang-orang yang disebut Miryam menekan itu.

“Harusnya bisa dikonfrontir terlebih dulu ke kami, yang namanya dibawa-bawa itu. Sebab, saya melihat, Miryam ini sedang berusaha memfitnah sana-sini. Kemarin dia bilang ditekan tiga penyidik KPK, sekarang dia bilang ditekan sejumlah anggota Komisi III DPR. Mana yang benar? Ngawur sekali,” cetus Bambang.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya