Berita

sumarsono/rmol

Politik

Plt Gubernur: Perhitungan CSR Pemprov Jakarta Belum Transparan dan Amburadul

KAMIS, 30 MARET 2017 | 19:10 WIB | LAPORAN:

Tata kelola keuangan Pemerintah DKI Jakarta masih perlu dibenahi.

Demikian diuangkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sony Sumarsono saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/3).

"Kita akui akuntabilitas masih perlu dibenahi," ujar Sumarsono.


Perhitungan besaran nilai kewajiban dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) diakui Sumarsono masih amburadul. Bahkan pria kelahiran Tulung Agung ini mengaku telah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untk menjelaskan carut marut perhitungan kewajiban para pengembang di ibukota.

Pasalnya imbuh Sumarsono, pola Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menentukan besaran nilai CSR kepada perusahaan belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

"Karena itu saya sudah dipanggil KPK untuk paparan tentang hal ini kemudian staf saya sudah ke KPK tapi konteksya bukan pemeriksaan tapi mencari model sistem karena di daerah lain tidak ada yang seperti ini cuma ada di Jakarta," kata Sumarsono.

Secara blak-blakan Sumarsono menyampaikan bahwa perhitungan CSR di Pemprov DKI harus disempurnakan kembali. Tujuannya agar tidak mengundang kecurigaan.

Sumarsono berharap di era pemerintahannya ini Ia bisa menyelesaikan pola perhitungan CSR tersebut. Salah satu cara yang ia pakai adalah dengan mencatat seluruh kewajiban pengembang baik dalam bentuk fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum) untuk selanjutnya dihitung besaran nilai (appraisal) masing-masing CSR.

"Walaupun CSR termasuk dalam pendapatan off budget tapi tetap dicatat jadi bisa dipertangung jawabkan berapa CSR yang diterima dari pengusaha di Jakarta," demikian Sumarsono.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya