Berita

Ahok/Net

Politik

Sri Bintang: Rezim Ahok Lebih Keji Ketimbang Soeharto!

KAMIS, 30 MARET 2017 | 17:56 WIB | LAPORAN:

Pola kepemimpinan Gubernur DKI (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lebih tidak manusiawi daripada rezim Presiden RI ke-2 Soeharto.

Begitu tegas Sri Bintang Pamungkas (SBP) saat menghadiri diskusi di Rumah Kedaulatan Rakyat Guntur 49, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (30/3) siang.

"Rezim saat ini, sangat berbahaya. Kita harus hadapi penista agama. Orang (warga) main digusur semena-mena, tapi tidak dipersiapkan. Kok yang seperti ini mau jadi gubernur. Ini keji, sesuatu yang tidak masuk akal," kata SBP.


Penista agama yang dimaksud SBP, mengacu pada terdakwa perkara penodaan agama, Ahok. Sekaligus calon petahana Gubernur DKI yang akan menghadapi pilkada putaran kedua, 19 April mendatang.

Menurut SBP, rezim Soeharto yang pernah digulingkannya bersama aktivis 98, tidak sekeji era pemerintahan Ahok. Sekaligus rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita baik-baik ke orang China. Tapi mereka kurang ajar kepada kita. Mengundang asing dan aseng. Zaman Pak Harto tidak begitu. Meski Pak Harto juga jahat, tapi tidak menggusur," terang dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia itu.

Selain SBP, hadir dalam diskusi tersebut Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI) Diko Nugroho dan Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi.

Dalam diskusi tersebut, merupakan penyampaian sikap terkait Aksi Mahasiswa 30-31 Maret 2017 di DPR MPR RI besok. Sekaligus membahas sinergitas antara rakyat, mahasiswa dan gerakan Islam.

SBP sendiri hadir kurang lebih setengah jam dan pamit setelah memberi sambutan sekira lima belas menit. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya