Berita

Anies-Sumarno/net

Politik

Ketua KPU Jakarta: Saya Cuma Ditanya Pak Anies Sudah Tidur Belum?

KAMIS, 30 MARET 2017 | 13:43 WIB | LAPORAN:

Ketua KPU Jakarta Sumarno mengklarifikasi soal pertemuannya dengan calon gubernur nomor urut II Anies Baswedan di TPS 29 Kalibata Jakarta Selatan saat terjadi pemungutan suara ulang.

Klarifikasi ini disampaikan Sumarno dalam sidang etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung Nusantara IV DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, (30/3).

Sumarno pun membenarkan pernah terjadi petemuan dengan Anies Baswedan. Namun pertemuan murni kebetulan dan tanpa sengaja.


"Tapi hal ini sama sekali tidak terkait dengan netralitas dan keberpihakan ke pasangan calon nomor 3," bantah Sumarno

Kronologisnya, pada tanggal 18 februari KPU DKI menerima surat rekomendasi dari Bawaslu untuk dilakukan pemungutan suara ulang di TPS Kalibata. Pemungutan suara  harus diulang karena terjadi pelanggaran C6.

Berdasarkan rekomendasi Bawaslu, KPU DKI menyelenggarakan rapat pleno dan menindaklanjuti rekomendasi tersebut kemudian KPU DKI menindaklanjuti dan menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU). Untuk memastikan PSU sesuai dengan rekomendasi itulah kata Sumarno KPU DKI wajib melaksanakan monitoring.

"Kemudian saya melakukan monitoring di TPS 29 Kalibata Jaksel. Saya ingat betul, saat itu hujan, karena lokasi TPS di gang sempit saya berjalan dari depan jalan ke gang Jalan Warung Jati," tutur Sumarno.

Pada saat dirinya hendak memasuki gang sempit dan suasana dalam keadaan ramai, saat itulah dia mengaku disambut awak media.

"Kemudian saya layani wawancara. Setelah selesai saya sambangi TPS, untuk menyapa KPPS, yang saya tanyakan adalah berapa pemilih di DPT. KPPS menyampaikan kalau partisipasi 60 persen. Saya tanya surat suara, dan KPPS bilang cukup," beber Sumarno

Tak hanya dengan Anies, pada saat itu, Sumarno juga mengatakan ia  bertemu dengan KPUD Jaksel, Panwaslu Jakarta Selatan dan Bawaslu yang juga hadir.

"Ditengah keriuhan warga, Pak Anies hadir ke TPS itu. Saya merasa bahwa tidak elok untuk menghindar. Kemudian pertemuan tidak terhindarkan. Saat mendekat ke TPS, dalam relasi kemanusiaan saya bersalamaan. Kemudian saya cuma ditanya Pak Anies sudah tidur belum, saya katakan belum sempat karena ada PSU," ungkap Sumarno

Sumarno kemudian menjelaskan latar belakang diadakannya PSU di TPS Kalibata kepada Anies Baswedan. Ia juga menyampaikan bahwa dilakukan juga PSU di TPS 01 Kemayoran. Perbincangan antara ia dan Anies tidak dilakukan di ruang tertutup alias semua dilakukan di ruang terbuka.

"Tidak lama Pak Anies kemudian beranjak. Pada saat itu ada ketua Bawaslu dan Panwaslu Jaksel. Seandainya saat itu ada calon lain, saya pasti melakukan hal yang sama. Tidak mungkin saya menghindar. Kebetulan saat itu yang datang Pak Anies," ucap Sumarno

Karena itulah, Sumarno berkeyakinan bahwa pertemuan dirinya dengan Anies adalah di luar kesengajaan dan tidak menganggu netralitas dirinya sebagai Ketua KPU DKI.

"Pertemuan dengan Pak Anies tidak direncanakan. Banyak yang menyaksikan pertemuan yang berlangsung 10 menit. Pertemuan itu saya yakini tidak menganggu saya," demikian Sumarno.[san]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya