Ketua KPU Jakarta Sumarno mengklarifikasi soal pertemuannya dengan calon gubernur nomor urut II Anies Baswedan di TPS 29 Kalibata Jakarta Selatan saat terjadi pemungutan suara ulang.
Klarifikasi ini disampaikan Sumarno dalam sidang etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung Nusantara IV DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, (30/3).
Sumarno pun membenarkan pernah terjadi petemuan dengan Anies Baswedan. Namun pertemuan murni kebetulan dan tanpa sengaja.
"Tapi hal ini sama sekali tidak terkait dengan netralitas dan keberpihakan ke pasangan calon nomor 3," bantah Sumarno
Kronologisnya, pada tanggal 18 februari KPU DKI menerima surat rekomendasi dari Bawaslu untuk dilakukan pemungutan suara ulang di TPS Kalibata. Pemungutan suara harus diulang karena terjadi pelanggaran C6.
Berdasarkan rekomendasi Bawaslu, KPU DKI menyelenggarakan rapat pleno dan menindaklanjuti rekomendasi tersebut kemudian KPU DKI menindaklanjuti dan menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU). Untuk memastikan PSU sesuai dengan rekomendasi itulah kata Sumarno KPU DKI wajib melaksanakan monitoring.
"Kemudian saya melakukan monitoring di TPS 29 Kalibata Jaksel. Saya ingat betul, saat itu hujan, karena lokasi TPS di gang sempit saya berjalan dari depan jalan ke gang Jalan Warung Jati," tutur Sumarno.
Pada saat dirinya hendak memasuki gang sempit dan suasana dalam keadaan ramai, saat itulah dia mengaku disambut awak media.
"Kemudian saya layani wawancara. Setelah selesai saya sambangi TPS, untuk menyapa KPPS, yang saya tanyakan adalah berapa pemilih di DPT. KPPS menyampaikan kalau partisipasi 60 persen. Saya tanya surat suara, dan KPPS bilang cukup," beber Sumarno
Tak hanya dengan Anies, pada saat itu, Sumarno juga mengatakan ia bertemu dengan KPUD Jaksel, Panwaslu Jakarta Selatan dan Bawaslu yang juga hadir.
"Ditengah keriuhan warga, Pak Anies hadir ke TPS itu. Saya merasa bahwa tidak elok untuk menghindar. Kemudian pertemuan tidak terhindarkan. Saat mendekat ke TPS, dalam relasi kemanusiaan saya bersalamaan. Kemudian saya cuma ditanya Pak Anies sudah tidur belum, saya katakan belum sempat karena ada PSU," ungkap Sumarno
Sumarno kemudian menjelaskan latar belakang diadakannya PSU di TPS Kalibata kepada Anies Baswedan. Ia juga menyampaikan bahwa dilakukan juga PSU di TPS 01 Kemayoran. Perbincangan antara ia dan Anies tidak dilakukan di ruang tertutup alias semua dilakukan di ruang terbuka.
"Tidak lama Pak Anies kemudian beranjak. Pada saat itu ada ketua Bawaslu dan Panwaslu Jaksel. Seandainya saat itu ada calon lain, saya pasti melakukan hal yang sama. Tidak mungkin saya menghindar. Kebetulan saat itu yang datang Pak Anies," ucap Sumarno
Karena itulah, Sumarno berkeyakinan bahwa pertemuan dirinya dengan Anies adalah di luar kesengajaan dan tidak menganggu netralitas dirinya sebagai Ketua KPU DKI.
"Pertemuan dengan Pak Anies tidak direncanakan. Banyak yang menyaksikan pertemuan yang berlangsung 10 menit. Pertemuan itu saya yakini tidak menganggu saya," demikian Sumarno.
[san]