Berita

Arief Yahya, Budi Karya Sumadi, Basuki Hadimuljono dan Rudiantara/Net

Politik

4 Menteri Ini Pasti Tak Bisa Tidur Pulas

Dimarahi Luhut Panjaitan
KAMIS, 30 MARET 2017 | 09:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menkominfo Rudiantara dipastikan tak bisa tidur nyenyak, karena kemarin mereka dimarahi Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Keempat menteri itu bikin jengkel Luhut karena tak hadir saat rapat koordinasi pelaksanaan Sail Banda 2017 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Alih-alih duduk di kursi yang telah disediakan, mereka justru hanya mengirimkan perwakilan.

Luhut yang baru saja ditugaskan Presiden Jokowi memimpin gelaran IMF-World Bank Annual Meeting 2018, memang layak marah melihat kelakuan para menteri yang terkesan menomorduakan acara yang maha penting tersebut.


Di acara event sail tahunan tersebut, Luhut menjabat sebagai ketua umum. Jauh-jauh hari Luhut sudah melakukan persiapan agar acara berjalan sukses. Acara ini memang sangat penting. Karena selain untuk promosi meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara, acara ini juga sebagai etalase Indonesia di mata wisatawan mancanegara. Pemerintah tak ingin dianggap amatiran atau kampungan karena tidak bisa menggelar acara kelas dunia.

"Kalau nggak hadir bilang nggak hadir. Jangan bilang ke presiden hadir malah nggak hadir. Kalau mau kerja yang serius dong. Jangan main-main," tegas Luhut dengan wajah serius.

Memang tak ada nama menteri yang disebut Luhut secara langsung. Namun penanggung jawab teknis acara ini memang ada di Kementerian Pariwisata. Apa Menteri Arief yang kena getah? Nggak tahu. "Kalau mau kerja, kerja benar. Saya mohon kita jangan kerja main-main. Ini kerja, Presiden ke sana. Masa kementeriannya nggak datang. Masa yang satu hadir yang satu nggak hadir," ujarnya lagi.

"Saya nggak suka. Ini juga persiapan transportasi juga," tegur Luhut.

Mendengar nada Luhut meninggi dan melihat mimik muka Luhut seperti itu, peserta rapat diam, hanya kepalanya yang manggut-manggut. Beberapa peserta sibuk menulis di buku.

Luhut mengatakan persiapan Sail Banda 2017 harusnya dilakukan maksimal. Karena acara ini bukan agenda kecil. Presiden akan hadir membuka acara. Selain itu wisatawan mancanegara akan menyaksikan bagaimana persiapan panitia menggelar acara tersebut.

"Ini yang kedelapan, acara akan dilaksanakan November, waktu tinggal tujuh bulan lagi, harusnya persiapannya bisa lebih baik, saya mohon kita kerja jangan main-main," ancam Luhut.

"Kalau mau, kerjain. Kalau nggak mau kerjain, bubarin saja. Atau mundur saja kalau nggak bisa," ancamnya lebih keras.

Luhut tak mau acara Sail Banda 2017 mengulang kegagalan Sail Karimata yang digelar tahun lalu. Menurut Luhut, Sail Karimata yang dilaksanakan di Kayong Utara, Kalimantan Barat terkesan kurang persiapan. Misalnya, saat gelaran sudah mulai, masih ada perbaikan jalan. "Jangan sampai terjadi lagi. Kampungan, Presiden tidak pantas datang ke acara seperti itu," kata Luhut.

"Saya minta untuk ke depan hadir rapat ini tanggung jawab masing-masing, karena kita mau bikin baru. Rapat kayak gini saja ada yang nggak hadir. Harusnya ditegor," pungkasnya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Destinasi Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman merasa kritikan Luhut bukan ditujukan ke Menteri Arief Yahya. "Buka," kata Dadang singkat kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Sekadar latar, Sail Banda 2017 akan berlangsung di Sabang, Aceh. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di empat lokasi yaitu Teluk Sabang, Sabang Fair, Gapang Resort dan juga Kilometer nol. Acara puncak gelaran Sail Sabang yang dihadiri langsung Presiden Jokowi rencananya berlangsung di Pasiran, Teluk Sabang. Ditargetkan akan hadir 100 yacht atau kapal pesiar yang mengikuti acara tersebut.

Pada acara puncak akan ditampilkan sejumlah kegiatan seperti tarian kolosal Laksamana Malahayatu dan Tall Ship Parade dengan melayarkan KRI Bima Suci dari Spanyol. Kegiatan lainnya yang akan digelar antara lain adalah Jambore Iptek International Free Diving Competion, Sabang Underwater Contest, Sabang Carnival, Kapal Pemuda Nusantara. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya