Berita

Wiranto/Net

Politik

CHAT NEWS

Kata Wiranto Ada Yang Resah, Benarkah?

Aksi 313
KAMIS, 30 MARET 2017 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rencana Aksi 313 yang akan digelar besok ditanggapi Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto. Dia bilang, aksi yang dimotori dan digagas Forum Umat Islam (FUI) ini meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat. Benarkah seperti itu?

Menurut Wiranto, keresahan itu sudah menyebar di media sosial. "Ini kan sudah marak di masyarakat lewat medsos, akan ada aksi 313. Yang desas-desus akan ada aksi besar-besaran, sehingga rakyat yang baca medsos sudah khawatir," kata Wiranto di Kompleks Istana Negara, kemarin.

Meski demikian, Wiranto menyebut di era demokrasi ini aksi unjuk rasa memang dibolehkan. Akan tetapi, dia menegaskan setiap unjuk rasa wajib dilakukan sesuai aturan yang berlaku. "Aksi 313, 212 itu demokrasi. Tapi aturannya harus dipatuhi, izinnya bagaimana, tempatnya kapan, pemimpinnya siapa, temanya apa. Demo yang menakuti rakyat, membuat khawatir tentu akan merugikan," ungkap bekas Panglima ABRI itu.


Wiranto pun mengimbau masyarakat tenang dan tak ikut demonstrasi. Apalagi salah satu tuntutan dalam aksi nanti adalah penonaktifan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Masyarakat jangan ikut ikutan, sebab (demo) ini sudah jelas sasarannya bagaimana. Biar ditampung oleh lembaga yang memang didemo," tandas dia.

Netizen menanggapi beragam komentar Wiranto. Di Twitter, tweeps mendukung pernyataan bekas ketum Partai Hanura itu dan memintanya bertindak tegas. Akun @JhonniSinaga20 minta demo dicegah. "Jika tujuannya merusak demokrasi, hentikan Pak Menteri," cuitnya disambut @ ChBdmn. "Kan sudah jelas sasarannya kata Menkopolhukam, tetapi dibiarkan dan untuk menekan hakim-hakim pengadilan negeri," kicaunya. "Demo terus gak ada gunanya, kalo demo ambil alih freeport baru gue ikut," cuit @satriapanandita. Akun @ ingridarynda khawatir. "Kebayang gak sih demonya kayak apa kalau Pak Ahok ternyata dinyatakan tidak bersalah?" cuit dia.

Meski begitu, ada juga yang tak mempersoalkan aksi besok. Akun @ wicaksanagreen berdoa. "Semoga aman dan tertib." Akun @Gemacan70 bilang aksi besok pagi tak ada hubungannya dengan Pilkada. "#Aksi313 ta ada #Hubungannya dengan #PilkadaDKI tapi Kami MuslimIndonesia yang bkn golongan Munafik menuntut #BuiAhok jangan sampai#FreeAhok." Akun @ RuridaJihandari mengajak umat Islam ikut serta. "Ramaikan #Aksi313 sebagai hari kita mengingatkan kembali soal penistaan yang terjadi," cuitnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengimbau aksi tidak dilakukan. Dia memprediksi, aksi ini melibatkan massa yang rawan mengganggu keamanan. "Kami sampaikan lebih baik tidak usah dilakukan, yang pertama adalah ada pergeseran massa cukup besar," ujar Iriawan, kemarin. Apalagi saat ini masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Konsentrasi massa yang besar dapat mengganggu jalannya kegiatan kampanye. Juga aktivitas warga di sekitar lokasi aksi akan terganggu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan pengamanan untuk besok. Penyelenggara aksi juga sudah menyampaikan pemberitahuan mengenai aksi tersebut ke Polri. Dalam pemberitahuan, aksi itu akan diisi dengan kegiatan ibadah. "Kalau ada unsur Pilkada tentu nanti ada konsekuensinya, ya," ujar Argo.

Koordinator aksi dari Forum Umat Islam (FUI) Bernard Abdul Jabbar menyampaikan, ribuan massa dari berbagai ormas rencananya akan melaksanakan salat Jumat di Masjid Istiqlal dan berjalan kaki ke Istana Merdeka untuk menyampaikan aspirasinya. Dia berjanji aksi tersebut akan berjalan damai. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya