Berita

Net

Politik

KPPG: Komunikasi Politik Penting Sebelum Ikut Pilkada

KAMIS, 30 MARET 2017 | 00:43 WIB | LAPORAN:

Komunikasi politik yang beretika menjadi penting bagi setiap kepala daerah yang bertarung di Pilkada Serentak 2018, baik tingkat kota, kabupaten maupun Provinsi.

"Komunikasi politik sangat penting karena banyak mereka yang maju kurang memahami komunikasi politik yang efektif dan beretika," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Ulla Nuchrawaty dalam seminar nasional dengan tema 'Urgensi Komunikasi Politik Bagi Calon Pemimpin' yang digelar di komplek parlemen, Jakarta (Rabu, 29/3).

Menurut Ulla, kurangnya pemahaman mengenai komunikasi politik menjadi kerugian bagi para calon kepal daerah. Apalagi calon yang didukung Partai Golkar.


"Sehingga saat kampanye banyak masyarakat menilai bahwa si calon tidak layak dipilih, karena cara menyampaikan visinya salah padahal isinya bagus. Tapi ada juga yang penyampaian visi ke masyarakat tidak mengumbar dan humble kemudian bersahaja, apa adanya maka disukai masyarakat. Maka Komunikasi politik itu menjadi sangat penting," jelasnya.

Ulla mengakui bahwa seminar dengan membahas komunikasi politik sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas kader KPPG yang terjun dalam Pilkada 2018 dan Pileg 2019.

"KPPG selau berbuat yang tujuannya untuk memperkuat dan memperkaya kapasitas perempuan terutama kader Perempuan Golkar," ujarnya.

Dia menyarankan kepada kader mengenai pentingnya pendidikan politik yang bagus buat perempuan Golkar. Karena perempuan Golkar harus dibekali komunikasi poitik yang mumpuni.

"Pelajarilah apa yang dibutuhkan, disukai masyarakat maka harus pahami apa yang diharapkan masyarakat. Usahakan damai dan tidak agitatif mencari siapa yang akan dikalahkan," jelas Ulla.

Golkar ingin perempuan tidak hanya menjadi perhiasan saja tapi juga bisa memperjuangkan nasib masyarakat di daerahnya masing-masing.

"Oleh karena itu, acara ini selain untuk meningkatkan kapasitas perempuan partai Golkar, sekaligus memberikan peringatan mengenai adanya pilkada yang diulang dan ada yang digugat ke Mahkamah Konstitusi," paparnya.

Lebih jauh, seminar nasional yang digelar merupakan kelanjutan dan bagian dari sekolah politik yang diselenggarakan KPPG.

"Bulan Mei nanti KPPG sudah buka kelas sekolah politik perempuan Partai Golkar. Untuk pembekalan dan peningkatan kapasitas," demikian Ulla. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya