Berita

Helikopter AS565 MBe Panther tengah mengudara (Anthony Pecchi)

Bisnis

Airbus Helicopters Dan PTDI Serahkan Helikopter Lebih Cepat Dari Jadwal

RABU, 29 MARET 2017 | 20:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ditopang kerjasama industri yang terjalin erat selama lebih dari empat dekade, Airbus Helicopters dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) secara berkesibambungan menghadirkan program-program helikopter demi mendukung Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Airbus Helicopters bersama PTDI telah menyerahkan satu unit helikopter H215M dan dua unit H225M kepada TNI AU, serta dua helikopter intai bersenjata tipe Fennec kepada TNI AD.

Sementara untuk TNI AL, dua unit platform dasar, atau disebut juga dengan "unit hijau", tipe AS565 MBe Panther telah tiba di Indonesia untuk diselesaikan oleh PTDI.


Seluruh helikopter tadi telah diserahkan, bahkan beberapa di antaranya diserakan satu tahun lebih cepat dari jadwal. Penyerahan lebih awal dapat terlaksana berkat kerjasama strategis antara Airbus Helicopters dan PTDI.

Sebagai mitra industri di Indonesia, PTDI akan melengkapi helikopter-helikopter tersebut dengan sejumlah peralatan penunjang misi-kunci di dalam negeri, sebelum menyerahkannya kepada masing-masing matra TNI.

"Kemampuan untuk memenuhi sejumlah program penting pertahanan Indonesia lebih cepat dari jadwal membutuhkan kerja sama industri yang teramat kuat serta komitmen yang teguh. Adanya mitra yang memiliki nilai-nilai serta dorongan yang sama kuatnya dengan kami menjadi suatu keharusan, dan kami telah menemukan mitra tersebut dalam PTDI," ujar Managing Director Airbus Helicopters Indonesia, Ludovic Boistot, lewat keterangan pers yang diterima redaksi.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, mengakui pihaknya amat senang dapat memenuhi janji kepada para pelanggannya.
"Penyerahan lebih awal tersebut merefleksikan kemitraan yang telah berakar kuat dan dapat diandalkan dengan Airbus Helicopters selama beberapa dekade terakhir," katanya.

Dengan kontrak yang mencakup 11 unit, helikopter AS565 MBe Panther untuk TNI AL dilengkapi oleh PTDI dengan sistem persenjataan anti kapal selam, yang mencakup dipping sonar dan peluncur torpedo. Dua unit platform dasar pertamanya telah tiba di Indonesia pada pertengahan Maret ini, untuk kemudian dilengkapi dan diselesaikan oleh PTDI, lalu diserahkan ke TNI AL pada pertengahan tahun nanti.

Dua helikopter Fennec yang diserahkan pada Januari 2017 adalah dua unit intai pertama untuk TNI AD. Bersama dengan unit pertama yang telah diserahkan pada 2015, ketiga helikopter ini akan digunakan untuk pelatihan pilot. Sembilan unit lain dari 12 unit yang telah dipesan akan diserahkan dalam tahun ini.

Dua unit H225M yang telah diserahkan pada pertengahan bulan ini ke TNI AU adalah unit ketiga dan keempat dari total enam unit yang disepakati dalam kontrak dengan pelanggan. Penyerahan unit-unit berikutnya kepada TNI AU akan diselesaikan dalam beberapa minggu mendatang. Helikopter multi-peran H225M ini dimaksudkan untuk misi tempur, pencarian dan penyelamatan (CSAR).  

Airbus Helicopters dan PTDI saat ini menjalankan kerjasama untuk 11 tipe helikopter berbeda, yaitu H225M, H215, AS565 MBe Panther, AS365 N3+, H135, Fennec (AS550, AS555 dan AS350), dan juga pada platform yang sudah ada lebih dahulu seperti NAS330, NSP332, dan MBO-105.

Kerjasama itu untuk pengadaan di armada Kepresidenan Indonesia, TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, Basarnas, dan pusat pelatihan STPI. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya