Keluarga mantan Presiden Soeharto mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.
Kepastian tersebut disampaikan anggota Dewan Pakar Partai Golkar, yang juga putri Soeharto, Siti Hediati Hariyadi saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3).
Sikap keluarga Cendana ini berbeda dengan keputusan resmi Partai Golkar, yang menyokong petahana, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.
"Ya insyallah, insyallah. Pokoknya kita takut sama Gusti Allah daripada sama yang lain-lainnya ya," tegas anggota DPR yang akrab disapa Titiek Soeharto ini.
Meski demikian, dukungan tersebut hanyalah dalam bentuk memberikan semangat dan doa agar Anies-Sandi menang.
"Bantuannya doa dan support moral saja," imbuhnya.
Karena itu, dia memastikan Keluarga Cendana lainnya tak menjadi juru kampanye Anies-Sandi.
Dia menegaskan dukungan tersebut tak ada kaitan dengan PT Mandala Krida Yudha, salah satu pengembang proyek reklamasi, yang dimiliki salah satu anak Soeharto.
"Enggak ada urusan Cendana mendukung reklamasi," ungkapnya.
Yang, Titiek menambahkan, proyek reklamasi tak boleh hanya menguntungkan para pengembang. Tapi juga memperhatikan masyarakat miskin sekitar.
Selain itu, pengembang harus memenuhi semua persyaratan jika ingin proyek tersebut terus berlanjut. "Sekarang tinggal AMDAL-nya. AMDAL-nya diselesaikan dan menguntungkan untuk rakyat banyak. Jangan aseng-aseng saja ya," pungkasnya.
Sebelumnya, juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, juga mengklaim adanya dukungan dari salah satu anggota keluarga Cendana. Yaitu, adik tiri Soeharto, Probosutedjo. Bahkan Ahok ke kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
"Memang dia (Probo) ‎pendukung pak Ahok dari dulu. Pendukung pak Jokowi. Pak Ahok sudah memberikan bukti bukan janji," tuturnya.
Ruhut tak mempermasalahkan adanya dukungan keluarga Cendana kepada Anies-Sandi.
"Yang dukung Anies-Sandi siapa? Bu Titik? kan baru dia. Kan masih ada yang lain Ari, Tutut. kalian-kalian aja yang tulis keluarga Cendana mendukung. Kejam banget kalian ini. Janganlah bos," tegas Ruhut.
[zul]