Berita

Kesehatan

Para Dokter Sambut Baik Inpres Percepatan Industri Farmasi

RABU, 29 MARET 2017 | 17:25 WIB | LAPORAN:

Kalangan praktisi kesehatan yang bekerja di rumah sakit menyambut baik keluarnya Inpres No. 6 tahun 2016 tentang, Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Lewat Inpres itu, Presiden RI menginstruksikan melalui Menteri Perindustrian mendukung pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang diharapkan bisa menjamin ketersediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka JKN.

Demikian disampaikan General Manager Sales & Marketing  RS Sahid Sahirman dr Riyo Kristian Utomo di Jakarta, Rabu (29/3).


"Inpres ini juga diharapkan bisa meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri dan ekspor serta mendorong penguasaan tehnologi dan inovasi dalam bidang farmasi dan alat kesehatan, juga mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat, obat, dan alat kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan ekspor serta memulihkan dan meningkatkan kegiatan industri/utilisasi kapasitas industri," katanya.

Sebelumnya, RS Sahid Sahirman melakukan kerjasama dengan PT Kimia Farma Apotek (KFA) yang merupakan salah satu anak perusahaan BUMN farmasi, yaitu PT Kimia Farma [Persero) Tbk yang bergerak di bidang retail farmasimeliputi apotek, klinik dan laboratorium klinik.

Menurut Riyo, keluarnya Inpres itu membuat para pengusaha alat kesehatan lokal mulai bergairah karena kesempatan untuk berkarya dan hasil karyanya dinikmati masyarakat di negerinya sendiri. Sebagai salah satu contoh inovasi anak bangsa yang dikembangkan spesialis spesialis di bidang kesehatan, adalah teknologi aplikasi dan teknologi sensor perangkat keras yaitu TeleCTG.

Sekarang Puskesmas dan bidan di daerah terpencil yang jadi ujung tombak pelayanan kesehatan bisa mengirim data ke dokter Obgyn di kota ataupun Rumah Sakit rujukan mengenai detak jantung dan kontraksi untuk melihat kondisi kesehatan janin dalam kandungan ibunya, sehingga dokter kandungan tersebut dapat berinteraksi jarak jauh dan langsung memberikan diagnosa dan tindakan yang harus segera dilakukan oleh bidan tersebut. Dengan teknologi itu, angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi bisa di turunkan.

"Semangat ini juga harus diimbangi para penentu kebijakan lokal maupun pusat dalam pengadaan alat kesehatan yang rawan dikorupsi. Dari masalah penentuan dan penetapan spesifikasi, penentuan harga survei, tender dan saat pelaksanaan kontrak yang merupakan penyebab utama kasus-kasus penyimpangan pengadaan alat kesehatan baik  di instansi pemerintah pusat maupun instansi daerah," imbuhnya.

Spesifikasi yang mengarah pada satu merk tertentu, harga yang tidak sesuai dari seharusnya, tender yang tidak prosedural dan gagal kontrak menjadi dominasi permasalahan- permasalahan yang terungkap.

"Semoga kedepan segera ada pencegahan yang sistematis dan menyeluruh. Sehingga cita-cita kita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan berkeadilan akan segera terwujud," pungkasnya. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya