Isu sara tidak akan berpengaruh banyak terhadap elektabilitas calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Begtu tegas pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit dalam diskusi "Makin Ketat di Putaran Kedua: Kok Masih Main SARA?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/3).
"Dampak Iisu SARA tidak terlalu berpengaruh. Melihat kondisi ekonomi warga Jakarta, maka masyarakat tidak bisa makan agama. Tapi butuh perubahan ekonomi," ungkap Arbi.
Menurutnya, perubahan ekonomi di Jakarta hanya bisa diperbaiki oleh Ahok. Alasannya, sosok Ahok dianggap sanggup melobi sejumlah pengusaha dan konglomerat. Sehingga dapat berdampak pada ekonomi masyarakat Jakarta.
Selain itu, Ahok juga dinilai sebagai birokrat yang bersih dan jujur. Sehingga, peluang untuk korupsi juga kecil.
"Ahok bisa melobi konglomerat. Bisa kontrol anggaran secara sistematis dan komputerisasi. Ahok juga bersih, jujur, dan berani. Dia tidak ambil uang. Itu penting. Karena di Jakarta banyak penipu," paparnya.
Ikut hadir dalam diskusi tersebut Ketua Nurcholish Madjid Society M. Wahyuni Nafis, perwakilan Populi Center Usep S. Ahyar, peneliti LIPI Amin Mudzakir, dan pengamat politik Ray Rangkuti.
[ian]