Berita

Politik

Di Kampung SBY, Wakil Ketua MPR Sosialisasikan Nawacita Jokowi

RABU, 29 MARET 2017 | 12:35 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua MPR, Mahyudin membuka acara sosialisasi empat pilar MPR RI bersama Comunnity Learning center "Dboecah's" Pacitan di pendopo Kantor Bupati Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/3).

Dalam sambutannya, Mahyudin bercerita mengenai kegiatan sosialisasi empat pilar MPR di daerah Kalimantan Timur. Saat itu, kata Mahyudin, masyarakat yang mengikuti agenda meminta dirinya untuk tidak perlu lagi berbicara panjang lebar mengenai pentingnya Pancasila sebagai dasar idiologi bangsa. Masyarakat hanya menginginkan disparitas alias perbedaan antara Kalimantan dan pulau Jawa terselesaikan.

"Di Kalimantan aspirasinya lain lagi, kita habis sosialiasi empat pilar, mereka bicara kepada saya, nggak usah bicara terlalu banyak pak. Kami minta jalanan mulus saja semuanya, minta listrik nyala jangan mati-mati," ujar Mahyudin.


Mahyudin menjelaskan disparitas antar wilayah di Indonesia berpotensi memecah keutuhan NKRI. Untungnya, Presiden Joko Widodo melihat secara jelas potensi perpecahan tersebut.
Presiden, lanjut Mahyudin membuat program kerja yang memprioritaskan pembangunan daerah diluar pulau Jawa.

"Alhamdulillah presiden melihat ini dengan jelas beliau menyatakan kita mulai membangun dari pingiran, dari luar pulau jawa. Beliau ingin semen di Papua sama harganya di Pacitan. Ini yang perlu diselesaikan, kalau dari Sabang sampai Merauke sajahtera Insya Allah tidak ada yang mau keluar dari NKRI," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahyudin menilai, ancaman pecahnya NKRI bukanlah isapan jempol. Sebab negara sebesar Uni Soviet dan Yugoslavia seiring perkembangan mengalami perpecahan. Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki peluang ancaman terjadinya perpecahan.

"Jadi tidak ada jaminan NKRI ini akan bertahan, tapi kita harus tetap berusaha bahwa kita bangga menjadi warga negara kesatuan Indonesia. Untuk menyatukan itu tidak ada cara lain selain mendalami idiologi bangsa kita ini yaitu Pancasila," pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya